1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Gempa

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Ternate, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Oleh ,

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah barat daya Kota Ternate, Maluku Utara, pada Jumat, 24 Juli 2026 pagi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Berdasarkan analisis BMKG, gempa terjadi pada pukul 05.58.34 WIB atau sekitar 07.58 WIT. Episenter berada di laut pada koordinat 0,75 derajat Lintang Utara dan 126,33 derajat Bujur Timur, sekitar 115 kilometer barat daya Ternate, dengan kedalaman 27 kilometer.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, mengatakan gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

"Pemodelan tsunami menunjukkan gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," demikian keterangan resmi BMKG.

Berdasarkan peta tingkat guncangan (shakemap), intensitas gempa mencapai skala V MMI di Pulau Batang Dua, Kota Ternate. Pada tingkat ini, getaran dirasakan oleh seluruh penduduk, sebagian besar warga terkejut dan berhamburan keluar rumah, dengan potensi kerusakan ringan pada bangunan.

Guncangan dengan intensitas IV MMI dirasakan di Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan, Kota Ternate, dan Tondano. Sementara intensitas III MMI dirasakan di Pulau Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Jailolo, serta Bitung.

BMKG mencatat hingga pukul 06.25 WIB atau sekitar 08.25 WIT belum terjadi gempa bumi susulan (aftershock).

Meski demikian, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa hingga dipastikan aman.

BMKG mengingatkan masyarakat agar selalu mengikuti informasi resmi melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi, seperti media sosial @infoBMKG, aplikasi InfoBMKG, dan laman resmi BMKG, untuk memperoleh informasi yang akurat terkait perkembangan aktivitas kegempaan.

Berita Lainnya