1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Karhutla Sidangoli, Pemprov Maluku Utara Kerahkan Tim dan Armada Cegah Api Meluas

Oleh ,

Pemerintah Provinsi Maluku Utara bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Desa Hijrah, Kecamatan Sidangoli, Kabupaten Halmahera Barat.

Penanganan dilakukan dengan mengerahkan tim teknis dan armada berupa mobil tangki air untuk mendukung proses pemadaman, pendinginan, serta penyiraman di sekitar titik kebakaran. Langkah tersebut diambil untuk mencegah api kembali muncul dan meluas hingga mendekati permukiman warga.

Koordinasi penanganan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara, Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur TNI, khususnya Korem dan Yonif 732/Banau.

Hasil koordinasi teknis menetapkan Dinas PUPR Maluku Utara menyiapkan armada mobil tangki air untuk digunakan dalam penanganan di lapangan. Sementara BWS Maluku Utara memberikan dukungan biaya bahan bakar minyak (BBM) untuk menunjang operasional armada.

Adapun BPBD Maluku Utara mendukung dari sisi administrasi sekaligus koordinasi kebencanaan dengan seluruh unsur terkait.

Tim dan armada yang dikerahkan akan melakukan penyiraman pada titik-titik yang terdampak kebakaran. Penyiraman juga dilakukan pada area yang dinilai masih rawan terbakar sebagai upaya pendinginan dan pencegahan munculnya kembali titik api.

Pada Kamis, 20 Agustus 2026, Tim OP SDA I bergerak dari Pelabuhan Feri Bastiong, Ternate, menuju Sofifi. Selanjutnya, tim akan bergabung dengan tim PUPR Provinsi Maluku Utara sebelum bergerak menuju lokasi kebakaran di wilayah Sidangoli, Halmahera Barat.

Dari Sofifi, perjalanan menuju lokasi kejadian diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua jam.

Penanganan lapangan juga akan dikoordinasikan bersama Korem untuk memastikan proses penyiraman, pendinginan, dan pengamanan titik-titik rawan dapat dilakukan secara terpadu.

Berdasarkan informasi awal, Karhutla di wilayah Sidangoli berdampak pada sekitar satu hektare lahan. Lokasi kebakaran berjarak sekitar 500 meter dari permukiman warga.

Tidak terdapat laporan korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Pemprov Pastikan Penanganan Berlanjut

Pemprov Maluku Utara memastikan penanganan Karhutla tidak berhenti pada pemadaman api. Pendinginan dan penyiraman akan terus dilakukan pada area yang berpotensi kembali terbakar.

Langkah tersebut penting untuk memastikan bara atau titik panas yang masih tersisa tidak kembali memicu kebakaran dan menyebabkan api meluas.

Gubernur Maluku Utara Sherly Laos mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, khususnya di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas pembakaran yang dapat memicu kebakaran dan membahayakan permukiman di sekitar lokasi.

“Prioritas kita adalah memastikan api tertangani, tidak meluas ke permukiman, dan tidak kembali muncul. Karena itu, penanganan dilakukan secara terpadu dengan mengerahkan sumber daya yang tersedia dan memastikan tim bergerak langsung ke lapangan,” jelas Sherly.

Pemprov Maluku Utara bersama seluruh unsur terkait akan terus memantau perkembangan kondisi di lokasi dan melakukan langkah lanjutan sesuai situasi di lapangan.

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan kembali titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Berita Lainnya