Cendekia
BookFest Maluku Utara Dimulai, Puluhan Buku Lokal Diluncurkan, Sarbin Bicara Ancaman Teknologi
Festival Buku (BookFest) Maluku Utara 2026 resmi dimulai di Benteng Oranje, Ternate, Jumat, 11 September 2026.
Sebanyak 99 buku karya penulis lokal diluncurkan dalam festival literasi yang berlangsung hingga Minggu, 13 September 2026.
Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, membuka langsung kegiatan yang digelar melalui kolaborasi Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Wilayah Maluku Utara, Komunitas Faduli Buku, dan Jakofi Pustaka tersebut.
Momentum pembukaan juga dirangkai dengan peresmian Yayasan Rumah Buku Maluku Utara. Peluncuran 99 buku dan peresmian yayasan ditandai dengan penandatanganan replika sampul buku secara simbolis oleh Sarbin.
Dalam sambutannya, Sarbin menekankan pentingnya buku dan penulis di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat.
Menurutnya, kemajuan teknologi tidak boleh membuat masyarakat mengabaikan peran penulis sebagai penghasil pengetahuan dan informasi.
“Buku sangat penting dan menulis setara dengan guru. Penulis tidak bisa tergantikan oleh sistem informasi, karena tanpa penulis kita tidak mendapatkan informasi,” kata Sarbin.
Sarbin juga mengingatkan bahwa tradisi menulis tidak bisa dipisahkan dari kebiasaan membaca. Semakin kuat budaya membaca, semakin besar peluang lahirnya penulis dan karya baru.
Karena itu, ia berharap gerakan literasi di Maluku Utara terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, komunitas, dunia pendidikan, penulis, dan masyarakat.
“Budaya membaca harus terus kita pacu sehingga dari membaca itu muncul kemampuan untuk menulis dan menghasilkan karya,” ujarnya.
Sarbin juga mendorong agar berbagai kegiatan literasi tidak hanya menyasar kalangan tertentu, tetapi mampu merangkul generasi muda.
Rumah Buku Jadi Wadah Penulis Lokal
Ketua ICMI Orwil Maluku Utara, Kasman Hi. Ahmad, mengatakan BookFest diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia mendorong festival tersebut dapat menjadi agenda tahunan daerah.
Menurut Kasman, kehadiran Yayasan Rumah Buku Maluku Utara menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem literasi sekaligus membantu penulis lokal yang memiliki karya tetapi terkendala dalam penerbitan.
“Adanya Yayasan Rumah Buku diharapkan menjadi gerakan dalam literasi dan pembukuan di Provinsi Maluku Utara. Di yayasan ini nantinya kita mendorong dan memfasilitasi teman-teman yang memiliki kemampuan menulis dan sudah memiliki naskah, tetapi belum diterbitkan,” ungkap Kasman.
BookFest Maluku Utara 2026 menghadirkan beragam stan buku, mulai dari karya penulis lokal hingga terbitan Gramedia.
Sejumlah lembaga pendidikan juga ikut berpartisipasi, di antaranya MAN Insan Cendekia Halmahera Barat, SMA Negeri 8 Ternate, dan SMA Negeri 4 Ternate.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Ternate turut mendukung kegiatan dengan menerjunkan mobil perpustakaan keliling.
Selama tiga hari pelaksanaan, pengunjung disuguhi berbagai agenda literasi. Mulai dari diskusi buku, pelatihan creative writing, teknik menulis sajak, pertunjukan musikalisasi puisi, pameran buku, hingga meet and greet bersama penulis.
BookFest diharapkan menjadi ruang untuk mempertemukan penulis, pembaca, pelajar, dan pegiat literasi sekaligus memperkuat budaya membaca dan menulis di Maluku Utara.
Lebih dari sekadar festival, kegiatan ini diarahkan menjadi bagian dari upaya melahirkan lebih banyak karya dan penulis lokal di tengah derasnya perkembangan teknologi informasi.