Pemerintah
APBD Perubahan 2026 Ternate Naik, Belanja Bertambah Puluhan Miliar
Pemerintah Kota Ternate menaikkan alokasi belanja daerah sebesar Rp28,68 miliar dalam APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026.
Dari sebelumnya Rp958,84 miliar, belanja daerah kini diproyeksikan mencapai Rp987,52 miliar. Penyesuaian tersebut disampaikan Wali Kota Ternate, H. M. Tauhid Soleman, dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Ternate, Sidang ke-9 Masa Persidangan ke-III Tahun 2026.
Rapat tersebut mengagendakan penyampaian Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026.
Menurut Tauhid, kenaikan belanja tersebut berjalan seiring dengan peningkatan target pendapatan daerah.
Pendapatan daerah yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp961.835.899.471,00, setelah perubahan menjadi Rp988.830.793.471,00.
Dengan demikian, pendapatan daerah bertambah Rp26.994.894.000,00 atau meningkat 2,81 persen.
“Dalam perubahan tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak mengalami perubahan dan tetap sebesar Rp159.694.180.000,00,” ujar Tauhid.
PAD tersebut terdiri atas Pajak Daerah Rp102.028.180.000, Retribusi Daerah Rp40.259.000.000, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Rp3.570.000.000, serta Lain-lain PAD yang Sah Rp13.837.000.000.
Sementara itu, Pendapatan Transfer menjadi salah satu komponen yang mengalami peningkatan. Nilainya naik dari Rp795.141.719.471,00 menjadi Rp820.704.892.971,00.
Pendapatan Transfer bertambah Rp25.563.173.500,00 atau meningkat 3,21 persen.
Rinciannya, Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat naik dari Rp698.515.875.000,00 menjadi Rp710.134.743.000,00. Sedangkan Pendapatan Transfer Antar Daerah meningkat dari Rp96.625.844.471,00 menjadi Rp110.570.149.971,00.
Selain itu, Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah juga mengalami kenaikan dari Rp7.000.000.000,00 menjadi Rp8.431.720.500,00.
Belanja Modal Naik 52,40 Persen
Di sisi belanja, penambahan alokasi mencapai Rp28.680.526.907,00 atau meningkat 2,99 persen.
Tauhid mengatakan, penambahan belanja diarahkan untuk mendukung kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, serta program dan kegiatan prioritas pembangunan daerah.
Kebijakan tersebut tetap memperhatikan prinsip efisiensi, efektivitas, serta kemampuan fiskal daerah.
Belanja Operasi naik dari Rp918.384.352.150,00 menjadi Rp929.336.141.565,00. Pos ini bertambah Rp10.951.789.415,00.
Sementara Belanja Modal mengalami peningkatan paling besar secara persentase. Alokasinya naik dari Rp33.451.547.321,00 menjadi Rp50.981.183.813,00.
“Belanja Modal naik cukup signifikan dari Rp33.451.547.321,00 menjadi Rp50.981.183.813,00. Nilai tersebut mengalami penambahan sebesar Rp17.529.636.492,00 atau 52,40 persen,” jelasnya.
Adapun Belanja Tidak Terduga meningkat dari Rp7.000.000.000,00 menjadi Rp7.199.101.000,00 atau bertambah Rp199.101.000,00.
Dengan perubahan struktur pendapatan dan belanja tersebut, APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 Kota Ternate dirancang surplus sebesar Rp1.314.367.093,00.
Tauhid mengatakan, perubahan struktur APBD merupakan bagian dari komitmen Pemkot Ternate menjaga kesehatan dan keberlanjutan fiskal daerah.
Pengelolaan keuangan daerah, kata dia, tetap mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, efektivitas, dan efisiensi.
Menurutnya, setiap penyesuaian melalui Perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026 diarahkan agar kebijakan anggaran tetap selaras dengan prioritas pembangunan daerah serta responsif terhadap dinamika dan kebutuhan masyarakat.
“Dengan demikian, perubahan kebijakan anggaran ini diharapkan tidak hanya menjaga kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, tetapi juga memperkuat kualitas pelayanan publik serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Ternate,” pungkasnya.