1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Tutup Pelatihan di Maluku Utara, Wamenaker: SDM Lokal Harus Siap Hadapi Industri

Oleh ,

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Wamenaker RI) Afriansyah Noor mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) lokal di Maluku Utara agar mampu memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang.

Hal itu disampaikan Afriansyah saat menutup Pelatihan Vokasi Nasional Batch IV sekaligus membuka Pelatihan Peningkatan Produktivitas di Aula Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ternate, Jumat, 18 September 2026.

Menurut Afriansyah, pelatihan vokasi menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menyiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Pada Pelatihan Vokasi Nasional Batch IV di BPVP Ternate, sebanyak 416 peserta dinyatakan lulus dari 26 jenis pelatihan vokasi.

Selain itu, sebanyak 50 pekerja dari sejumlah perusahaan mengikuti Pelatihan Peningkatan Produktivitas. Peserta berasal dari perusahaan seperti PT Bela, PT Position dan PT Feni Haltim.

“Kehadiran kami di sini adalah wujud kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak swasta,” ujar Afriansyah.

Ia mengatakan, pemerintah terus mendorong peningkatan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja melalui program magang nasional dan pelatihan vokasi nasional.

Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menyiapkan SDM yang lebih siap memasuki pasar kerja.

Afriansyah menyebut Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan kuota pelatihan vokasi nasional mencapai 270.000 peserta pada 2026.

Pelatihan tersebut diberikan secara gratis kepada peserta dan dilengkapi uang saku. Program ini, kata dia, terutama diarahkan bagi lulusan baru SMA/SMK sederajat yang membutuhkan keterampilan tambahan sebelum memasuki dunia kerja.

Afriansyah menilai Maluku Utara memiliki potensi industri yang besar. Karena itu, pengembangan kompetensi tenaga kerja harus berjalan seiring dengan kebutuhan industri di daerah.

Ia menekankan pentingnya penerapan konsep link and match antara lembaga pelatihan dengan dunia usaha dan industri.

“Provinsi Maluku Utara memiliki potensi industri yang sangat besar. Oleh karena itu, kita harus menerapkan konsep link and match agar lulusan pelatihan langsung terserap oleh kebutuhan pasar kerja setempat,” katanya.

Menurutnya, lulusan pelatihan tidak hanya dituntut memiliki keterampilan teknis, tetapi juga perlu mendapatkan sertifikasi kompetensi sebagai pengakuan atas kemampuan yang dimiliki.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas peluang kerja, termasuk bagi tenaga kerja yang ingin bersaing di pasar kerja internasional.

“Ke depan, dengan bonus demografi yang melimpah, kita siapkan mereka agar mampu bersaing hingga ke luar negeri dibekali sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi,” tandasnya.

Pelatihan vokasi di BPVP Ternate diharapkan dapat memperkuat kesiapan tenaga kerja Maluku Utara sekaligus mempertemukan kebutuhan industri dengan ketersediaan SDM lokal yang kompeten.

Berita Lainnya