Pemerintah
Sekolah Rakyat Halmahera Utara Molor, Wagub Sarbin Minta Kontraktor Kejar Target
Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 di Desa Kukumutu, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara belum rampung.
Kondisi ini membuat sekitar 310 siswa dan tenaga pendidik harus menunda aktivitas pembelajaran.
Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe meminta kontraktor bersama pemerintah daerah mempercepat penyelesaian pembangunan sekolah tersebut.
Hal itu disampaikan Sarbin dalam rapat terbatas bersama Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua, Sekda Halmahera Utara, pimpinan OPD teknis, Camat Kao, serta perwakilan Hutama Karya, Selasa, 29 September 2026.
Rapat digelar untuk membahas keterlambatan pembangunan SRT 1 yang berdampak pada tertundanya kegiatan belajar mengajar. Termasuk pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang sebelumnya dijadwalkan pada 22 September.
Dalam rapat terungkap, pembangunan sekolah tersebut ditargetkan rampung pada awal September agar MPLS dapat dilaksanakan sesuai jadwal. Namun hingga menjelang Oktober, pekerjaan belum sepenuhnya selesai.
Sarbin meminta progres pembangunan terus dipantau dan seluruh pihak mengambil langkah konkret agar pekerjaan tidak kembali mengalami keterlambatan.
Menurutnya, keterlambatan tersebut pada akhirnya berdampak kepada masyarakat, terutama para siswa yang telah menunggu dimulainya proses pembelajaran.
“Sekarang yang dirugikan siapa? Balik lagi yaitu masyarakat, anak-anak kita yang sudah menunggu dan kesal. Ada orang tua juga yang marah. Ini persoalannya,” kata Sarbin.
Ia juga meminta pihak kontraktor membangun kembali kepercayaan masyarakat dengan memastikan pekerjaan diselesaikan sesuai target yang telah disepakati.
Perwakilan Hutama Karya dalam rapat tersebut menyampaikan progres pembangunan saat ini telah mencapai 91 persen. Pihaknya menargetkan seluruh pekerjaan selesai pada pekan ketiga Oktober.
“Saat ini progres pembangunan di angka 91 persen, minggu ke-3 bulan Oktober semua akan selesai,” ujar perwakilan Hutama Karya.
Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua mengapresiasi respons cepat Wagub Sarbin bersama jajaran pemerintah provinsi dan OPD terkait dalam menangani persoalan tersebut.
“Apresiasi kepada respon cepat Pak Wagub dalam keterlambatan pembangunan. Semoga sinergi ini terus diperkuat hingga seluruh kebutuhan Sekolah Rakyat dapat terselesaikan,” ujar Piet.
Sarbin kemudian mengajak pemerintah daerah, OPD teknis, kontraktor dan seluruh pihak terkait untuk aktif mengawal pembangunan hingga sekolah tersebut benar-benar siap digunakan.
Ia menilai keberadaan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
“Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Maluku Utara,” katanya.
Sarbin mengatakan program tersebut memberikan fasilitas pendidikan secara gratis bagi siswa, mulai dari seragam, makanan hingga asrama.
Karena itu, ia meminta seluruh pihak memastikan pembangunan SRT 1 Halmahera Utara segera dituntaskan agar para siswa tidak kembali dirugikan akibat keterlambatan pekerjaan.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga mendorong pengawalan bersama terhadap penyelesaian proyek tersebut agar program Sekolah Rakyat dapat segera difungsikan sesuai tujuan.