TKW Asal Morotai Kabur dari Rumah Majikan, Minta Bantuan Pulang ke Indonesia
Baru sebulan bekerja di Arab Saudi, Jerlinsi Langasa (24), pekerja migran asal Desa Libano, Kecamatan Morotai Jaya, Pulau Morotai, Maluku Utara, meninggalkan rumah majikannya.
Jerlinsi disebut pergi bersama dua rekannya karena merasa tidak nyaman selama bekerja. Ketiganya kemudian mencari bantuan ke kantor perwakilan Indonesia di Arab Saudi untuk mengupayakan kepulangan ke tanah air.
Kepala Desa Libano, Desmon Durikasi, mengatakan informasi tersebut diterimanya dari ayah Jerlinsi, Fanus Langasa.
“Awalnya dia keluar dari rumah majikan itu bersama dua rekannya untuk melapor ke Duta Besar Indonesia di Arab Saudi. Mereka minta bantuan untuk pulang ke Indonesia. Mereka baru satu bulan bekerja,” kata Desmon, Rabu 30 September 2026.
Menurut Desmon, Jerlinsi dan dua rekannya meninggalkan rumah majikan pada Minggu. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, keputusan tersebut diambil karena mereka merasa tidak nyaman dengan kondisi tempat kerja.
“Mereka kabur dari rumah majikan karena tidak nyaman. Informasi tadi malam sudah diantar ke salah satu kantor di Arab Saudi untuk pengurusan soal TKW itu,” ujarnya.
Ada Permintaan Rp10 Juta
Persoalan kepulangan Jerlinsi kini masih dalam proses pengurusan. Pemerintah Desa Libano mendapat informasi bahwa proses tersebut perlu melibatkan perusahaan yang memberangkatkan mereka ke Arab Saudi.
Desmon menyebut perusahaan meminta pembayaran Rp10 juta yang disebut sebagai denda atau bagian dari ketentuan dalam perjanjian kerja.
“Harus ada persetujuan dari perusahaan yang bawa mereka di Arab Saudi. Setelah itu ketemu dengan orang yang bawa mereka ke Arab Saudi. Tapi dari perusahaan itu minta denda Rp10 juta. Denda itu mungkin perjanjian kerja,” katanya.
Pemdes Libano masih berupaya memastikan kondisi Jerlinsi sekaligus perkembangan proses kepulangannya. Pemerintah desa juga akan berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pulau Morotai untuk mencari solusi.
Keluarga berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat membantu memulangkan Jerlinsi bersama dua rekannya ke Indonesia.
“Jadi pihak keluarga minta bantuan kalau bisa pemerintah pusat atau Indonesia bisa pulangkan mereka ke tanah air,” tandas Desmon.