1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Karhutla

PUPR Maluku Utara Kerahkan Tangki Air Tangani Karhutla di Oba Utara

Oleh ,

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Maluku Utara mengerahkan satu unit mobil tangki air dan tiga personel untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, Kamis, 1 Oktober 2026.

Armada PUPR dikerahkan setelah kebakaran melanda kawasan hutan dan lahan kosong milik warga di Desa Gosale, Kelurahan Guraping, dan Desa Kaiyasa. Kobaran api cepat meluas akibat angin kencang dan kondisi lahan yang kering.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Maluku Utara, Risman Iriyanto Djafar, mengatakan pengerahan armada dan personel merupakan bagian dari sinergi lintas organisasi perangkat daerah dalam penanganan karhutla.

“Sesuai arahan Gubernur dan Wagub, OPD terkait harus terlibat aktif dalam upaya penanganan karhutla, termasuk PUPR, bersinergi dengan BPBD dan Damkar,” kata Risman, Jumat, 2 Oktober 2026.

Informasi yang dihimpun dari warga, titik api mulai terlihat sekitar pukul 14.30 WIT. Api membakar kawasan hutan dan lahan kosong dengan vegetasi berupa bambu dan sagu.

Tiupan angin kencang membuat api cepat merambat ke sejumlah bagian lahan hingga mendekati permukiman warga. Hingga kini, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti.

Satuan Pemadam Kebakaran Provinsi Maluku Utara tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIT dengan mengerahkan tiga unit mobil pemadam. Sekitar 15 menit kemudian, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Maluku Utara menyusul untuk membantu proses pemadaman.

Penanganan dilakukan secara bersama oleh BPBD, Damkar, PUPR, Balai Wilayah Sungai (BWS), TNI dan Polri. BPBD turut memasok air untuk mendukung kebutuhan mobil pemadam di lokasi.

Selain tiga unit mobil Damkar, operasi tersebut diperkuat satu mobil rescue dan satu mobil tangki BPBD, satu mobil tangki PUPR serta satu mobil tangki BWS.

Sebanyak delapan personel TRC BPBD, tiga personel PUPR, dua personel BWS, dua personel TNI/Polri dan satu regu Damkar diterjunkan dalam penanganan karhutla.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran menyebabkan kerusakan pada sejumlah vegetasi tanaman di kawasan terdampak.

Petugas menghadapi kendala berupa angin kencang, kondisi lahan yang kering serta luasnya area yang terbakar. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan dan pemantauan lanjutan.

Hingga Jumat, 2 Oktober 2026, asap tipis masih terlihat di sejumlah titik. Petugas merekomendasikan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Pemerintah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di sekitar lahan kering. Warga, pengguna jalan dan pemilik lahan juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan karena berpotensi memicu kebakaran.

Berita Lainnya