Pemerintah
Sampah Pasar Morotai Diolah Jadi Pupuk Kompos, Kurangi Beban TPA
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pulau Morotai, mengolah sampah organik dari pasar menjadi pupuk kompos untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Plt Kepala DLH Kabupaten Pulau Morotai, Nurhayati, mengatakan inovasi tersebut merupakan inisiatif internal dan belum memiliki anggaran khusus.
“Inovasi pengomposan ini sebenarnya tidak ada dalam DIPA DLH atau penganggarannya memang belum ada. Namun, bagaimana mengurai sampah ini menjadi tugas saya selama kurang lebih tiga bulan dipercaya masuk di Dinas Lingkungan Hidup,” ujar Nurhayati, Kamis, 1 Oktober 2026.
Sampah yang dimanfaatkan berupa sisa sayuran dan buah-buahan dari pasar yang sudah tidak layak konsumsi. Sejak pertengahan Agustus hingga 1 Oktober 2026, DLH telah menghasilkan sekitar 80 kilogram pupuk kompos.
“Yang memproduksi sampah ini adalah masyarakat. Karena itu, bagaimana sampah ini bisa kembali bermanfaat bagi masyarakat itu sendiri,” katanya.
Untuk sementara, pupuk kompos digunakan bagi pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) milik DLH, termasuk mendukung pembibitan bunga dan pohon secara mandiri.
Sementara sampah plastik masih menjadi pekerjaan rumah. DLH tengah mencari metode pengolahan yang tepat.
Program tersebut juga mulai mendapat perhatian investor dan mahasiswa Fakultas Teknik Lingkungan Universitas Pasifik (Unipas) Morotai.
Nurhayati mengatakan pengomposan sekaligus menjadi sarana edukasi bagi pegawai DLH sebelum nantinya dilakukan pendampingan ke desa-desa.
“Kami mulai dengan mengedukasi anak-anak di DLH, baik PPPK maupun staf yang memiliki waktu untuk kegiatan ini. Ke depan, ketika mereka sudah lebih memahami prosesnya, kami akan melakukan pendampingan ke desa-desa,” katanya.
DLH berharap pengolahan sampah organik dapat dikembangkan lebih luas untuk mengurangi beban TPA sekaligus mendukung sektor pertanian dan hortikultura.
“Morotai merupakan daerah kepulauan dengan kondisi tekstur tanah yang kurang subur di sejumlah wilayah. Karena itu, pupuk kompos ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para petani, khususnya petani hortikultura,” pungkasnya.