1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Organisasi

Pengurus KNPI Ternate Dilantik, Haiyun Serukan Sinergi Pemuda

Oleh ,

Pengurus DPD KNPI Kota Ternate periode 2026–2029 resmi dilantik di Royal Resto Ternate, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Ketua KNPI Ternate, Haiyun Umamit, langsung menyerukan penguatan sinergi antarpemuda untuk menjawab berbagai persoalan di Kota Ternate.

Pelantikan tersebut dihadiri Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, Sekretaris Daerah Rizal Marsaoly, unsur Forkopimda, Sekretaris DPD I KNPI Maluku Utara, Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI), para ketua organisasi kepemudaan (OKP), senior serta tokoh pemuda.

Haiyun mengatakan, KNPI harus menjadi rumah besar bagi seluruh OKP sekaligus ruang bersama untuk melahirkan gagasan bagi pembangunan Kota Ternate.

Menurutnya, tidak ada lagi ruang bagi sekat maupun supremasi organisasi. Seluruh elemen pemuda harus bergerak dalam semangat kolaborasi.

“Hari ini tidak ada lagi supremasi organisasi. Tidak ada lagi yang dianggap paling superior. Yang ada adalah supremasi sinergi untuk terus berakselerasi,” tegas Haiyun.

Prosesi Pelantikan KNPI Ternate. Foto: Dok KNPI

Ia mengajak pemuda meninggalkan budaya mengeluh dan mulai mengambil peran melalui karya serta kontribusi nyata.

Menurut Haiyun, pemuda tidak cukup hanya kritis terhadap pemerintah, tetapi juga harus mampu menawarkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Pemuda tidak cukup hanya kritis, tapi juga harus solutif. Kami tidak ingin hadir sekadar mempertanyakan persoalan, tetapi juga mengajukan pertanyaan kepada pemerintah kota, apa yang bisa kami lakukan untuk memperbaikinya?” ujarnya.

Haiyun mengatakan, KNPI akan memperkuat jejaring lintas OKP, kampus, komunitas, pemerintah dan berbagai elemen masyarakat. Penguatan literasi juga didorong untuk meningkatkan kapasitas pemuda.

Sejumlah persoalan kota menjadi perhatian KNPI, mulai dari lingkungan dan sampah, dugaan praktik mafia BBM, air bersih, kriminalitas, kesehatan hingga pendidikan.

“Musuh kita bukan sesama pemuda. Musuh kita adalah ketidakadilan, pengangguran, kemiskinan, narkoba, pungutan liar, serta kebijakan pemerintah dan DPRD yang tidak berpihak pada rakyat,” katanya.

Haiyun menegaskan, gagasan harus menjadi kekuatan pemuda dalam mengawal pembangunan Kota Ternate. Kritik, kata dia, harus disertai solusi dan keberanian untuk terlibat.

“Dengan gagasan, kita bisa menjadi bagian dari solusi atas sejumlah persoalan kota. Gagasan adalah bagian dari interupsi pemuda terhadap pemerintah Kota Ternate,” pungkasnya.

Berita Lainnya