1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Pemerintah

Lepas Puluhan Peserta Wisata Rohani, Wagub Sarbin Serukan Moderasi Beragama

Oleh ,

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, melepas 40 peserta program wisata rohani ke Yerusalem di Aula Batik Hotel Ternate, Senin, 5 Oktober 2026.

Pelepasan tersebut menjadi momentum bagi Sarbin untuk mengingatkan para peserta, khususnya tokoh agama, agar perjalanan rohani tidak hanya dimaknai sebagai ibadah, tetapi juga menjadi ruang memperkuat nilai toleransi, kemanusiaan dan moderasi beragama.

Sarbin mengatakan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara berupaya memastikan program wisata rohani dilaksanakan dengan prinsip keadilan dan pemerataan.

Peserta diprioritaskan dari kalangan tokoh agama, pendeta, ustaz dan pimpinan jemaat yang aktif melayani umat, namun belum pernah memperoleh kesempatan mengikuti program serupa.

“Program ini untuk keadilan sosial bagi masyarakat. Kami memprioritaskan mereka yang mengurus dan mendampingi umat selama ini, serta memastikan yang berangkat adalah mereka yang belum pernah mendapatkan kesempatan tersebut,” kata Sarbin.

Menurutnya, program wisata rohani merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada para pelayan umat. Karena itu, proses penentuan peserta harus dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan.

Selain ziarah ke Yerusalem bagi umat Kristiani, program wisata rohani Pemprov Maluku Utara juga mencakup perjalanan Umrah bagi umat Islam.

Sarbin menjelaskan, Pemprov Maluku Utara melakukan rasionalisasi terhadap skema bantuan, terutama uang saku peserta. Kebijakan tersebut dilakukan agar anggaran yang tersedia dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Dengan alokasi DPA Biro Kesra yang relatif sama dengan tahun-tahun sebelumnya, jumlah peserta pada tahap pertama dapat mencapai 40 orang.

“Yang kita utamakan adalah bagaimana kesempatan ini bisa diberikan secara lebih luas kepada para pelayan umat,” ujarnya.

Sarbin juga mengingatkan agar seluruh pelaksanaan program tetap mengikuti regulasi pengelolaan keuangan daerah dan ketentuan administrasi kependudukan.

Ia meminta penerima manfaat dipastikan memiliki KTP Maluku Utara yang sah. Langkah tersebut diperlukan agar program berjalan transparan dan tidak menimbulkan persoalan administrasi di kemudian hari.

Di hadapan peserta, Sarbin kemudian menitipkan pesan agar pengalaman selama berada di Yerusalem dapat dibawa pulang menjadi energi positif bagi kehidupan sosial keagamaan di Maluku Utara.

Ia berharap para tokoh agama dapat mengambil nilai perdamaian dan kemanusiaan dari perjalanan tersebut, kemudian memperkuat peran dalam menjaga toleransi serta kerukunan antarumat beragama.

“Kami berharap semangat moderasi beragama dan nilai kemanusiaan terus dipertajam. Sepulang dari ziarah, para tokoh agama diharapkan menjadi corong perdamaian dan menjaga persatuan di tengah keberagaman,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Kesra Setda Maluku Utara, Asrul Gailea, mengatakan 40 peserta tahap pertama merupakan pimpinan agama yang mewakili tujuh denominasi gereja di Maluku Utara.

Mereka berasal dari sejumlah denominasi, di antaranya GMIH, GPM, Katolik, GKPOM dan GPDI.

Asrul menyebut seluruh fasilitas utama perjalanan ditanggung Pemerintah Provinsi Maluku Utara, termasuk pengurusan paspor dan akomodasi peserta.

Program tersebut tidak berhenti pada pemberangkatan tahap pertama. Pemprov Maluku Utara juga telah menyiapkan tahap kedua dengan kuota 40 peserta yang dijadwalkan berangkat pada akhir November 2026.

Berita Lainnya