1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Pendidikan

Kadikbud Abubakar Rawat Toleransi dari Bangku Sekolah, Beda Ibadah Satu Pesan

Oleh ,

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah, menekankan pentingnya merawat toleransi dan menanamkan nilai kebinekaan sejak bangku sekolah.

Pesan itu tercermin dalam pelaksanaan dua kegiatan keagamaan yang berlangsung bersamaan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Provinsi Maluku Utara.

Minggu malam, 11 Oktober 2026, lantunan zikir dan doa menggema di Alun-Alun Tavamu, Sofifi, saat para pelajar Muslim mengikuti kegiatan keagamaan yang dirangkaikan dengan ceramah Ustaz Das’ad Latif. Pada waktu bersamaan, para pelajar Kristen mengikuti pembinaan rohani melalui kegiatan Christian Youth Camp di aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara.

Kegiatan Christian Youth Camp mengusung tema “Membentuk Generasi Muda yang Unggul dalam Iman, Ilmu, dan Karakter”. Agenda tersebut menjadi ruang bagi peserta didik untuk memperkuat iman sekaligus menumbuhkan sikap saling menghormati di tengah keberagaman.

Abubakar mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut dia, pendidikan karakter tidak cukup hanya dilakukan melalui pembelajaran formal di ruang kelas, tetapi juga perlu diperkuat melalui kegiatan yang menanamkan nilai spiritual, toleransi, dan penghormatan terhadap perbedaan.

“Ini wujud toleransi dan edukasi positif bagi dunia pendidikan. Kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat karakter peserta didik sekaligus meningkatkan indeks kebinekaan di lingkungan sekolah,” ujar Abubakar.

Pose bersama Kadikbud Abubakar Abdullah dengan staf dan para pelajar. Foto: Ist

Ia mengatakan, keberagaman bukan sekadar kenyataan yang dijumpai di lingkungan pendidikan, melainkan nilai yang harus dirawat melalui praktik sehari-hari. Sekolah, kata dia, perlu menjadi ruang yang aman dan inklusif bagi seluruh peserta didik untuk tumbuh sesuai agama dan keyakinan masing-masing.

Menurut Abubakar, pelaksanaan kegiatan keagamaan secara bersamaan dalam rangkaian HUT Maluku Utara menunjukkan bahwa penguatan iman dan semangat kebinekaan dapat berjalan beriringan.

“Malam ini ada praktik baik yang luar biasa. Di Alun-Alun Tavamu, lantunan zikir dan doa menggema, sementara di Kantor Dikbud, puji-pujian kepada Tuhan dilantunkan para pelajar Kristen. Semuanya membawa pesan yang sama, yakni kebaikan, kedamaian, dan harapan,” katanya.

Abubakar menilai, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki landasan keimanan, tetapi juga karakter dan kepedulian terhadap sesama.

Di lingkungan sekolah, nilai toleransi perlu diwujudkan melalui sikap saling menghormati, termasuk menghargai teman yang berbeda agama, memberikan ruang bagi setiap keyakinan, serta menjaga persatuan dalam kehidupan bersama.

Karena itu, ia berharap pembinaan rohani tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial dalam peringatan hari jadi provinsi. Nilai-nilai yang diperoleh peserta didik diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

“Semoga keberkahan dan keselamatan senantiasa dilimpahkan untuk Indonesia dan Maluku Utara. Inilah pendidikan kebinekaan yang harus terus kita hidupkan sejak dini,” ujarnya.

Abubakar menegaskan, pembangunan Maluku Utara tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur dan kemajuan ekonomi, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda yang beriman, berilmu, dan mampu menghargai perbedaan.

Melalui pendidikan yang menjunjung tinggi toleransi, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kepedulian sosial serta mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Dua kegiatan keagamaan dalam rangkaian HUT ke-27 Provinsi Maluku Utara itu menjadi pengingat bahwa perbedaan cara beribadah tidak menghalangi tumbuhnya pesan bersama tentang kebaikan, kedamaian, dan harapan bagi masa depan daerah.

Berita Lainnya