1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Agenda

Sebagian Besar Kebakaran TPA Ternate Terkendali, Rizal: Tim Siapkan Model Penanganan Baru

Oleh ,

Tim gabungan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Ternate mencatat sudah sebagaian besar atau sekitar 70 persen area terbakar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru, Kelurahan Takome, berhasil dikendalikan.

Untuk menangani sisa area yang masih mengeluarkan asap dan menyisakan titik api, tim menyiapkan model penanganan baru.

Ketua Posko Tanggap Darurat Karhutla Kota Ternate, Rizal Marsaoly, mengatakan masih terdapat sekitar 30 persen area yang membutuhkan penanganan lanjutan. Upaya pemadaman akan dioptimalkan selama sisa masa tanggap darurat, terutama pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap tebal.

Hal tersebut disampaikan Rizal usai rapat evaluasi dan tindak lanjut penanganan tanggap darurat karhutla di Aula Lantai II Kantor Bappelitbangda Ternate, Senin, 12 Oktober 2026.

Rapat tersebut dihadiri hampir seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD) teknis Pemerintah Kota Ternate, TNI-Polri, Basarnas, hingga sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Rizal menjelaskan, evaluasi dilakukan untuk melihat perkembangan penanganan kebakaran sejak masa tanggap darurat dimulai pada 3 Oktober 2026. Dalam rapat itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Ternate, Tonny S. Pontoh, memaparkan perkembangan penanganan, termasuk persentase area yang telah dikendalikan dan bagian yang masih memerlukan pemadaman.

“Dari beberapa metode yang kita lakukan, kurang lebih 70 persen area terbakar sudah bisa dikendalikan. Masih ada 30 persen yang akan kita upayakan untuk diselesaikan selama sisa masa tanggap darurat,” ujar Rizal.

Ia menyebutkan, tim gabungan akan memaksimalkan penanganan dalam tiga hingga empat hari ke depan. Sejumlah masukan dalam rapat evaluasi juga menjadi bahan untuk menambah metode pemadaman, khususnya di titik-titik yang masih mengeluarkan asap meski telah dilakukan penanganan.

Selama ini, tim menggunakan alat berat untuk mengurai dan mengeruk material pada area yang berpotensi menyimpan titik api. Setelah material dibuka, petugas melakukan penyemprotan menggunakan mobil water cannon milik Brimob dan Polres Ternate. Selanjutnya, area tersebut ditutup kembali dengan urukan tanah.

Namun, metode tersebut belum sepenuhnya mengatasi sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap. Karena itu, tim akan mencoba model penanganan tambahan untuk menjangkau bagian yang sulit ditangani dengan metode sebelumnya.

Salah satu usulan yang dibahas dalam rapat adalah penggunaan cairan berbahan deterjen atau busa pemadam dari Dinas Pemadam Kebakaran. Penyemprotan diarahkan ke titik-titik yang masih mengeluarkan asap dengan harapan dapat membantu memadamkan sisa api di area yang sulit dijangkau.

Menurut Rizal, metode tambahan tersebut diharapkan dapat menjangkau titik-titik dengan jarak sekitar lima hingga sepuluh meter ke dalam yang selama ini sulit ditangani secara optimal.

Tim gabungan akan mengombinasikan metode yang telah diterapkan dengan skema tambahan tersebut untuk mempercepat penanganan sisa area terbakar.

Rizal menegaskan, evaluasi dan koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar upaya pemadaman berjalan maksimal. Dengan dukungan personel, peralatan, serta metode penanganan yang disesuaikan dengan kondisi lapangan, tim menargetkan sisa titik api dan area yang masih mengeluarkan asap dapat dikendalikan selama masa tanggap darurat.

Berita Lainnya