1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Agenda

Buka Workshop Transformasi Pembelajaran, Sekda Rizal Ajak Guru Adaptif di Era Digital

Oleh ,

Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, mengajak para guru untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital guna menciptakan pembelajaran yang kreatif, bermakna, inklusif, dan bermutu.

Ajakan tersebut disampaikan Rizal saat membuka Workshop Transformasi Pembelajaran dalam rangka memperingati HUT ke-81 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) 2026, di Aula Lantai II SMP Negeri 2 Ternate, Kamis, 15 Oktober 2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Literasi Numerasi melalui Pembelajaran Digital yang Kreatif dan Bermakna untuk Mewujudkan Pendidikan Inklusif dan Bermutu di Kota Ternate” itu dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate Ridwan Ali, Sekretaris Dinas Pendidikan Gazali, serta jajaran pengurus PGRI Kota Ternate dan peserta.

Dalam sambutannya, Rizal menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, termasuk narasumber, panitia, dan peserta yang terus berkomitmen meningkatkan kompetensi serta profesionalisme sebagai pendidik.

Menurut Rizal, dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring perkembangan teknologi yang mengubah cara belajar dan mengajar. Kondisi ini menuntut guru untuk terus beradaptasi, sekaligus memastikan teknologi digunakan sesuai kebutuhan dan tujuan pembelajaran.

“Teknologi hanyalah alat, guru adalah penggerak utama. Teknologi harus memperkuat pembelajaran, bukan sekadar ikut tren,” tegasnya.

Ketua PGRI Ternate ini menjelaskan, literasi dan numerasi merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga memahami dan menggunakan informasi secara kritis. Sementara numerasi bukan sekadar kemampuan berhitung, melainkan kecakapan menerapkan konsep matematika untuk menyelesaikan persoalan dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, penguatan literasi dan numerasi perlu diterapkan secara menyeluruh dalam berbagai mata pelajaran agar siswa memiliki kemampuan berpikir kritis dan mampu menghadapi tantangan kehidupan.

Selain itu, Rizal mengajak para guru memanfaatkan teknologi digital secara kreatif melalui penggunaan video pembelajaran, kuis interaktif, permainan edukatif, serta platform digital yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan bermakna, bukan sekadar memindahkan proses pembelajaran ke media digital.

Rizal juga mengingatkan pentingnya memastikan transformasi digital berjalan seiring dengan upaya mewujudkan pendidikan inklusif. Menurutnya, pemanfaatan teknologi jangan sampai menciptakan kesenjangan baru yang membatasi akses siswa terhadap pendidikan berkualitas.

“Setiap anak di Ternate berhak belajar, berkembang, dan meraih masa depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, PGRI sebagai organisasi profesi memiliki peran penting dalam membangun kolaborasi dan meningkatkan kompetensi guru. Melalui kegiatan pengembangan kapasitas seperti workshop, para pendidik diharapkan dapat memperkuat kemampuan profesional serta menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Dalam kesempatan itu, Rizal menitipkan tiga pesan kepada para guru. Pertama, memperkuat literasi dan numerasi sebagai fondasi berpikir kritis siswa. Kedua, memanfaatkan teknologi secara bijak, aman, dan berorientasi pada tujuan pembelajaran. Ketiga, membangun kolaborasi untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif dan bermutu.

Ia berharap workshop tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial atau sekadar menghasilkan sertifikat, tetapi juga melahirkan perubahan nyata dalam proses belajar mengajar di sekolah.

“Saya berharap workshop ini tidak berhenti pada sertifikat, tetapi melahirkan aksi nyata di kelas-kelas kita,” katanya.

Rizal kemudian secara resmi membuka workshop tersebut. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan memperoleh ilmu, inspirasi, serta pengalaman yang bisa diterapkan dalam tugas dan pengabdian sebagai pendidik.

Berita Lainnya