Kesehatan
Dinkes Halmahera Tengah Perkuat Koordinasi Puskesmas dan RSUD Tekan Kematian Ibu
Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, memperkuat koordinasi antara Puskesmas dan RSUD Weda melalui evaluasi penanganan kasus kematian ibu dan bayi.
Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi kendala pelayanan sekaligus merumuskan upaya pencegahan yang lebih efektif.
Evaluasi yang berlangsung pada 16–17 Oktober 2026 di Aula Puskesmas Weda tersebut melibatkan dokter dan bidan koordinator dari 12 Puskesmas serta bidan RSUD Weda.
Kegiatan dibuka Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Tengah, Aidin Abdurahman, SKM., M.KM., didampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Chalid Abd Halek, SKM., M.KM.
Aidin mengatakan, evaluasi penanganan kasus kematian ibu dan bayi menjadi bagian penting untuk memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan, meningkatkan koordinasi tenaga medis, serta mencegah kejadian serupa pada masa mendatang.
“Setiap kejadian harus menjadi bahan pembelajaran agar kita dapat memperbaiki sistem pelayanan, meningkatkan koordinasi, dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang,” tegas Aidin.
Ia menekankan, upaya menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) membutuhkan kerja sama seluruh tenaga kesehatan, mulai dari bidan, dokter Puskesmas hingga dokter spesialis dan rumah sakit.
Menurutnya, koordinasi yang baik diperlukan terutama dalam menangani kehamilan berisiko tinggi, mendeteksi komplikasi sejak dini, serta memastikan pasien dalam kondisi kegawatdaruratan memperoleh penanganan secara cepat dan tepat.
Dalam pertemuan tersebut, Dinkes Halmahera Tengah menghadirkan dr. Putu Dewi Octavia, M.Med.Sc., Sp.A., dokter spesialis anak, dan dr. Umiyati Thenu, Sp.OG., dokter spesialis obstetri dan ginekologi RSUD Weda. Kegiatan ini difasilitasi Salma Ibrahim, S.ST., M.M.Kes.
Melalui evaluasi bersama ini, Dinkes Halmahera Tengah berharap koordinasi antarprofesi dan fasilitas pelayanan kesehatan semakin optimal. Penguatan sistem rujukan antara Puskesmas dan RSUD juga menjadi perhatian agar pasien memperoleh penanganan sesuai kondisi medis dan kebutuhan layanan.
Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak sekaligus menekan risiko kematian ibu dan bayi di Kabupaten Halmahera Tengah.
Dinkes Halmahera Tengah menilai, deteksi dini komplikasi, kesiapan tenaga kesehatan, serta koordinasi yang efektif menjadi faktor penting dalam menjamin keselamatan ibu dan bayi di Bumi Fagogoru.