1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Organisasi

Hekrafnas 2026 Digelar di 7 Provinsi dan 17 Negara, Maluku Utara Terlibat

Oleh ,

Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) menggelar perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2026 secara serentak di tujuh provinsi di Indonesia dan 17 negara. Maluku Utara menjadi salah satu provinsi yang terlibat dalam agenda tersebut.

Perayaan Hekrafnas 2026 diperkenalkan melalui konferensi pers yang akan berlangsung di Novotel Jakarta Pulomas, Senin, 19 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi upaya Gekrafs memperluas dampak ekonomi kreatif di daerah sekaligus memperkuat diplomasi kreatif Indonesia di tingkat internasional.

Ketua Umum Gekrafs, Kawendra Lukistian, mengatakan perayaan Hekrafnas tahun ini melibatkan berbagai daerah dan negara untuk memperluas jangkauan promosi produk kreatif Indonesia.

“Tahun ini Gekrafs merayakan Hekrafnas serentak di tujuh DPW, yaitu Sumatera Utara, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, NTB, Maluku Utara, dan Papua Barat. Sementara di luar negeri, perayaan berlangsung di 17 negara. Ini menjadi bagian dari upaya mendorong diplomasi kuliner Indonesia di mancanegara sekaligus menghadirkan dampak ekonomi bagi daerah-daerah terpilih di Nusantara Creative Walk,” ujar Kawendra, Kamis, 15 Oktober 2026.

Tujuh provinsi yang terlibat dalam perayaan tersebut yakni Sumatera Utara, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Maluku Utara, dan Papua Barat.

Sementara itu, perayaan di luar negeri berlangsung di Rusia, Singapura, Malaysia, Jerman, Belanda, Kazakhstan, Azerbaijan, Uni Emirat Arab, Inggris, Amerika Serikat, Portugal, Arab Saudi, Belgia, Australia, Jepang, Tiongkok, dan Türkiye.

Hekrafnas diperingati setiap 24 Oktober. Peringatan ini berawal dari inisiatif Gekrafs sejak 2022. Upaya tersebut berlanjut hingga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat itu, Sandiaga Uno, menandatangani keputusan terkait penetapan Hekrafnas pada 18 Oktober 2023.

Memasuki tahun keempat perayaan, Gekrafs memperluas keterlibatan pelaku industri kreatif, komunitas, pemerintah, serta pemangku kepentingan di dalam dan luar negeri. Agenda ini juga diarahkan untuk memperkuat kolaborasi, membuka peluang usaha, dan meningkatkan daya saing produk kreatif Indonesia.

Ketua Panitia Hekrafnas 2026, Aqila Rahmani, mengatakan rangkaian kegiatan tahun ini dirancang untuk memberikan manfaat bagi pelaku ekonomi kreatif melalui promosi karya, pengembangan jejaring, dan perluasan akses pasar.

“Hekrafnas 2026 kami dorong menjadi ruang kolaborasi bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk memperkenalkan karya, memperluas jejaring, dan membuka peluang pasar baru. Melalui penyelenggaraan serentak di berbagai daerah kami berharap semangat ekonomi kreatif Indonesia semakin kuat dan memberikan dampak yang nyata,” kata Aqila.

Selain perayaan di berbagai daerah dan negara, Gekrafs menyiapkan sejumlah program untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Program tersebut mencakup akses pembiayaan bagi pelaku usaha, perlindungan kekayaan intelektual, pencarian talenta kreatif, pengembangan hub kreatif, literasi dan penetrasi pasar, serta diplomasi karya dan gastronomi Indonesia.

Di Jakarta, Gekrafs juga berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan bersama World Conference on Creative Economy. Salah satu agenda yang disiapkan adalah Creative Village, yang menjadi etalase produk kreatif pilihan Indonesia.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 di Hotel Kempinski Jakarta dan kawasan SCBD.

Puncak perayaan Hekrafnas 2026 dijadwalkan pada 24 Oktober melalui peluncuran kekayaan intelektual (intellectual property/IP) terbaru Gekrafs yang akan menjadi maskot kreativitas. Agenda ini digelar di Sampoerna Strategic Square melalui program Rekacipta Nusantara dengan menghadirkan para pemangku kepentingan ekonomi kreatif.

Rekacipta Nusantara juga melibatkan berbagai subsektor ekonomi kreatif, mulai dari kuliner yang mengangkat kekayaan makanan Nusantara hingga fashion dan subsektor lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat promosi karya anak bangsa sekaligus membuka peluang ekonomi bagi para pelaku industri kreatif.

Keterlibatan Maluku Utara dalam Hekrafnas 2026 menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan gerakan ekonomi kreatif di daerah. Melalui penyelenggaraan serentak di tujuh provinsi dan 17 negara, Gekrafs berharap potensi lokal semakin dikenal, akses pasar semakin terbuka, dan produk kreatif Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional.

Berita Lainnya