Agenda
Pesparawi dan Morofest Digelar Bersamaan, Pemda Bidik Dampak Ekonomi
Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, siap menggelar Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) II tahun 2026 pada 24–27 Oktober mendatang.
Kegiatan ini akan berlangsung bersamaan dengan Morotai Festival 2026 atau Morofest di kawasan Central Business District (CBD).
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Pulau Morotai, Sibli Sibua, mengatakan Pesparawi II tahun ini melibatkan 413 orang dari lima dari enam kecamatan di Kabupaten Pulau Morotai.
Jumlah tersebut terdiri dari 383 peserta yang mengikuti berbagai mata lomba serta 30 orang pelatih dan ofisial.
“Total peserta yang akan berlaga mencapai 383 orang, ditambah 30 orang pelatih dan ofisial, sehingga keseluruhan kontingen berjumlah 413 orang. Ini diikuti oleh lima dari enam kecamatan,” ujar Sibli, Selasa, 20 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Pesparawi yang semula dijadwalkan pada 19 Oktober 2026 diundur menjadi 24–27 Oktober 2026. Penyesuaian jadwal tersebut dilakukan agar kegiatan ini dapat digelar bersamaan dengan Festival Morotai 2026 yang menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN).
Menurut Sibli, penyelenggaraan kedua kegiatan di lokasi dan waktu yang berdekatan diharapkan menambah kemeriahan agenda daerah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Namun, ia menegaskan bahwa Pesparawi tidak hanya berorientasi pada perlombaan dan perolehan bonus dari setiap mata lomba. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, persaudaraan, dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Sibli berharap seluruh peserta dapat mengikuti perlombaan dengan menjunjung tinggi sportivitas serta menjadikan Pesparawi sebagai momentum mempererat hubungan antarkontingen dari berbagai kecamatan.
Selain memperkuat nilai kebersamaan, pelaksanaan Pesparawi bersamaan dengan Morofest juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya yang beraktivitas di sekitar lokasi kegiatan.
Kehadiran peserta, pelatih, ofisial, dan pengunjung di kawasan CBD diharapkan dapat meningkatkan aktivitas perdagangan serta membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperoleh tambahan pendapatan selama kegiatan berlangsung.
“Kegiatannya kan juga akan bersamaan dengan Festival Morotai, jadi semoga bisa memberikan dampak terhadap ekonomi warga sekitar,” pungkasnya.