1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Pembangunan

Dua Kawasan Jadi Prioritas, Pemprov Maluku Utara Pacu Pembangunan Sofifi

Oleh ,

Pemerintah Provinsi Maluku Utara menetapkan dua kawasan prioritas untuk percepatan pembangunan Sofifi pada 2027-2029.

Kedua kawasan tersebut adalah Sofifi Eco-Sponge Waterfront dan Kie Raha Nexus Corridor yang diarahkan untuk memperkuat infrastruktur dasar, konektivitas wilayah, penataan perkotaan, serta pengembangan pusat kegiatan ekonomi.

Rencana itu tertuang dalam materi rapat koordinasi penyiapan implementasi percepatan pembangunan kawasan Sofifi yang disusun Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Maluku Utara.

Kepala Bappeda Maluku Utara, Muhammad Sarmin S. Adam, mengatakan pengembangan Sofifi tidak hanya berfokus pada penguatan fungsi sebagai ibu kota provinsi dan pusat pemerintahan, tetapi juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi.

“Pengembangannya juga diarahkan untuk mendukung aktivitas perdagangan dan jasa, meningkatkan investasi, membuka lapangan kerja, serta memperkuat konektivitas wilayah,” kata Sarmin, Kamis, 22 Oktober 2026.

Dalam dokumen perencanaan tersebut, percepatan pembangunan Sofifi dibagi menjadi tiga tahapan selama tiga tahun, mulai dari penyiapan program pada 2027, pelaksanaan kegiatan pada 2028, hingga konsolidasi dan penyelesaian pembangunan pada 2029.

Pada 2027, pemerintah memprioritaskan penyiapan program dan kegiatan yang telah terkonfirmasi, penetapan instansi penanggung jawab, serta identifikasi kebutuhan pendukung. Persiapan tersebut mencakup kesiapan lahan, dokumen teknis, infrastruktur, hingga pembiayaan.

Memasuki 2028, program yang telah memenuhi persyaratan kesiapan direncanakan mulai dilaksanakan, sementara kegiatan yang masih berjalan akan dilanjutkan. Pemerintah juga menargetkan penguatan keterhubungan antarkawasan dan integrasi antarprogram.

Sementara pada 2029, fokus diarahkan pada konsolidasi dan penyelesaian hasil pembangunan, penguatan fungsi kawasan, serta peningkatan konektivitas antarwilayah sebagai fondasi pengembangan Sofifi pada periode berikutnya.

Sofifi Eco-Sponge Waterfront Fokus Penataan Pesisir

Kawasan pertama, Sofifi Eco-Sponge Waterfront, diarahkan untuk mengembangkan kawasan tepi pantai sekaligus memperkuat infrastruktur perkotaan.

Program yang direncanakan meliputi penataan kawasan tepi pantai dan promenade, penanganan pesisir, perbaikan drainase, pengendalian genangan, serta penataan Pasar Galala.

Pengembangan kawasan ini juga mencakup fasilitas perikanan terpadu, gudang pendingin (cold storage), fasilitas logistik, integrasi sistem transportasi, revitalisasi terminal speedboat, pengembangan Terminal Tipe B, hingga pembangunan Tourism Information Center (TIC).

Berbagai program tersebut menjadi bagian dari rencana pengembangan kawasan pesisir yang terintegrasi dengan infrastruktur perkotaan dan fasilitas pendukung aktivitas ekonomi.

Kie Raha Nexus Corridor Perkuat Ruang Publik

Sementara itu, Kie Raha Nexus Corridor difokuskan pada pengembangan ruang publik dan konektivitas kawasan perkotaan.

Program yang direncanakan meliputi penataan Taman Publik KM 40, pengembangan ruang terbuka hijau (RTH), penataan jalur pejalan kaki dan ruang jalan perkotaan, pengembangan fasilitas meetings, incentives, conferences, and exhibitions (MICE), serta penguatan konektivitas antara pusat kota dan kawasan tepi pantai.

Pengembangan koridor ini diarahkan untuk mendukung keterhubungan kawasan perkotaan sekaligus meningkatkan fungsi ruang publik sebagai bagian dari penataan Sofifi.

Tujuh Koneksi Wilayah Ikut Diperkuat

Selain dua kawasan prioritas, Bappeda Maluku Utara mengidentifikasi tujuh koneksi yang perlu diperkuat untuk mendukung keterhubungan wilayah.

Ketujuh koneksi tersebut meliputi kawasan tepi pantai-Kie Raha, kawasan tepi pantai-simpul transportasi, terminal-pelabuhan, Pasar Galala-pelabuhan atau fasilitas logistik, Sofifi-Oba, Sofifi-jaringan jalan nasional, serta Sofifi-pusat kegiatan di sekitarnya.

Penguatan konektivitas tersebut direncanakan untuk mendukung mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta keterhubungan pusat kegiatan ekonomi dengan fasilitas transportasi dan kawasan sekitarnya.

Dalam pembagian peran pelaksanaan, Bappeda bertanggung jawab mengoordinasikan dan menyinkronkan usulan lintas sektor. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) berfokus pada jalan dan jembatan, drainase, penanganan pesisir, ruang terbuka hijau, serta taman publik.

Dinas Perumahan menangani penataan permukiman, sedangkan Dinas Perhubungan menyiapkan terminal dan integrasi antarmoda. Adapun Dinas Perindustrian dan Perdagangan berperan dalam penataan Pasar Galala, pengembangan logistik, serta fasilitas cold storage.

Sarmin menegaskan, rencana percepatan pembangunan Sofifi pada 2027-2029 masih menjadi kerangka penyiapan program prioritas. Pelaksanaan setiap kegiatan akan bergantung pada kesiapan teknis, administratif, dan pembiayaan.

“Rencana implementasi 2027-2029 ini menjadi kerangka penyiapan program prioritas. Pelaksanaan setiap kegiatan tetap bergantung pada kesiapan lahan, dokumen teknis, pembiayaan, serta pemenuhan prasyarat kewenangan masing-masing instansi,” ujar Sarmin.

Rapat koordinasi penyiapan percepatan pembangunan Sofifi tersebut turut dihadiri Ketua Tim Tenaga Ahli Percepatan Pembangunan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis di lingkungan pemerintah provinsi.

Berita Lainnya