Pemerintah
Gubernur Sherly Dukung Festival Legu Tara No Ate Jadi Agenda Tahunan
Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, mendukung Festival Legu Tara No Ate menjadi agenda tahunan untuk memperkuat pelestarian budaya dan nilai-nilai keagamaan di Kota Ternate.
Dukungan tersebut disampaikan Sherly saat menutup Festival Tara No Ate di halaman Kedaton Kesultanan Ternate, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Sherly mengatakan, Festival Tara No Ate merupakan bagian dari warisan Kesultanan Ternate yang perlu dijaga dan dilestarikan. Karena itu, Pemerintah Provinsi Maluku Utara mendukung keberlanjutan kegiatan tersebut, termasuk MTQ Jaziratul Mulk.
“Kami sebagai Pemerintah Provinsi Maluku Utara mendukung sepenuhnya kegiatan Festival Tara No Ate dan MTQ untuk melestarikan budaya dan agama,” ujar Sherly.
Menurutnya, menjaga budaya bukan sekadar mempertahankan tradisi, tetapi juga merawat jati diri dan kebijaksanaan yang diwariskan generasi terdahulu kepada generasi berikutnya.
Ia menilai, pelaksanaan Festival Tara No Ate dari tahun ke tahun menunjukkan perkembangan yang semakin baik. Selain menjadi ruang pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Sherly berharap, festival tersebut dapat dikembangkan agar berlangsung lebih lama, bahkan menjadi kegiatan sepanjang tahun. Dengan begitu, manfaatnya tidak hanya dirasakan selama festival berlangsung, tetapi juga dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
“Harapannya ke depan bisa berlangsung sebulan, maupun bisa berlangsung satu tahun, sehingga tidak hanya bergerak pada saat festival, tetapi kemudian menjadi sepanjang tahun,” ungkapnya.
Sherly juga menyampaikan apresiasi kepada Kesultanan Ternate dan seluruh pemangku adat yang terus menjaga warisan budaya tersebut.
Ia berharap, pelestarian tradisi dengan akar budaya yang kuat dapat terus dilakukan sehingga menjadi bagian dari identitas sekaligus keunggulan Maluku Utara.