1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Pendidikan

Tinjau Pelaksanaan TKA, Kadikbud Abubakar Minta Siswa Tampilkan Kemampuan Maksimal

Oleh ,

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara, Abubakar Abdullah, meninjau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas XII di Maluku Utara, Senin, 26 Oktober 2026.

Ia meminta seluruh peserta menjaga kesehatan dan menunjukkan kemampuan terbaik selama mengikuti tes.

Sebanyak 21.773 siswa dari SMA, SMK, SMALB, madrasah, dan SMA Kristen di Maluku Utara mengikuti TKA yang pelaksanaannya dimulai pada hari tersebut.

Abubakar melakukan pemantauan melalui Pusat Dukungan dan Posko Tim Teknis serta Pendampingan Penyelia di SMK Negeri 2 Ternate. Dalam kunjungan itu, ia didampingi Sekretaris Dikbud Sofyan dan Kepala Bidang Pembinaan SMK, Makmur.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan tes, mulai dari kondisi jaringan, perangkat komputer, hingga sistem pemantauan dan pengawasan di sekolah-sekolah.

“Alhamdulillah, pelaksanaannya berjalan dengan baik. Ada beberapa kendala teknis yang kami temui hari ini dan mudah-mudahan segera dilakukan perbaikan,” kata Abubakar.

Menurutnya, posko teknis berfungsi sebagai pusat pemantauan pelaksanaan TKA di seluruh Maluku Utara. Sistem tersebut terhubung dengan sekolah-sekolah dan pusat, sekaligus mendukung pengawasan oleh perguruan tinggi yang mendapat penugasan sebagai penyelia.

Abubakar juga menjelaskan bahwa pelaksanaan TKA menerapkan ketentuan pengawasan untuk menjaga independensi dan integritas tes. Karena itu, pejabat daerah tidak diperkenankan memasuki ruang ujian ketika tes sedang berlangsung.

Pada hari pertama, tim teknis menemukan sejumlah kendala, di antaranya keterlambatan tautan pengawasan yang dihasilkan melalui sistem nasional dari Pusat Asesmen Pendidikan. Selain itu, terdapat pengaturan komputer yang belum sesuai.

Meski demikian, kendala tersebut telah ditangani sehingga pelaksanaan tes secara umum tetap berlangsung lancar.

Pelaksanaan TKA di Maluku Utara dibagi dalam dua gelombang dengan tiga sesi pada setiap gelombang. Pembagian ini disesuaikan dengan kesiapan sarana dan prasarana, terutama ketersediaan komputer di sekolah.

Menurut Abubakar, pengaturan tersebut menjadi salah satu strategi untuk mengoptimalkan fasilitas yang tersedia agar seluruh peserta dapat mengikuti tes sesuai jadwal.

Dikbud Maluku Utara juga akan menjadikan berbagai kendala pada hari pertama sebagai bahan evaluasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat. Upaya ini dilakukan agar persoalan teknis serupa dapat diminimalkan pada pelaksanaan sesi berikutnya.

Pada hari pertama, mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia. Seluruh peserta mengikuti tes secara bertahap sesuai pembagian gelombang dan sesi yang telah ditentukan.

Abubakar menegaskan, TKA tidak hanya mengukur kemampuan akademik siswa secara individual, tetapi juga menjadi salah satu instrumen untuk memperoleh gambaran mengenai mutu pendidikan di Maluku Utara.

Hasil tes tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi capaian pendidikan, termasuk kemampuan literasi dan numerasi. Selain itu, hasilnya dapat membantu pemerintah daerah mengidentifikasi aspek pendidikan yang masih membutuhkan peningkatan.

“Karena sudah di lapangan, kami harapkan siswa-siswi menjaga kesehatan. Yang kedua, tampilkan kemampuan secara maksimal,” ujarnya.

Abubakar berharap pelaksanaan TKA berjalan lancar hingga seluruh gelombang dan sesi selesai. Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan hasil tes sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Maluku Utara.

Dengan demikian, pelaksanaan TKA tidak sekadar menjadi tahapan pengukuran kemampuan siswa, tetapi juga dapat memberikan gambaran bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah perbaikan mutu pendidikan ke depan.

Berita Lainnya