1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Organisasi

Kongres PSSI Maluku Utara Digelar, Pemilihan Ketua Masuk Tahap Persiapan

Oleh ,

PSSI Provinsi Maluku Utara mulai mempersiapkan tahapan pemilihan ketua periode 2026–2030 melalui pelaksanaan Kongres Biasa.

Agenda utama kongres tersebut adalah menetapkan Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP) sebagai perangkat penyelenggara Kongres Luar Biasa (KLB).

Kongres yang berlangsung di Hotel Batik, Ternate, Sabtu, 31 Oktober 2026, dihadiri jajaran pengurus PSSI, perwakilan klub anggota, asosiasi, serta Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Maluku Utara, Asrul Gani.

Plt. Ketua PSSI Maluku Utara, Rudi Yuliyanto, dalam sambutannya yang disampaikan secara daring, menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya kongres.

Dia mengatakan, meski disampaikan dari jarak jauh, keterbatasan tersebut tidak mengurangi semangat bersama untuk menyukseskan agenda organisasi demi kemajuan sepak bola di Maluku Utara.

"Atas nama PSSI Provinsi Maluku Utara, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh anggota PSSI Maluku Utara serta semua pihak yang telah memberikan dukungan hingga terselenggaranya kongres ini," ungkapnya.

Rudi menjelaskan, Kongres Biasa menjadi salah satu tahapan penting dalam mempersiapkan KLB pemilihan Ketua PSSI Maluku Utara periode 2026–2030. Melalui kongres ini, penetapan KP dan KBP diharapkan dapat memastikan seluruh proses pemilihan berjalan sesuai mekanisme organisasi.

Dia meminta komite yang nantinya ditetapkan menjalankan tugas secara profesional, transparan, dan akuntabel.

"Kepada komite yang nantinya ditetapkan, kami berharap amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, profesional, serta menjunjung tinggi prinsip transparansi dan integritas dalam setiap tahapan proses pemilihan," tegasnya.

Sementara itu, Plt. Kadispora Maluku Utara, Asrul Gani, menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Provinsi Maluku Utara, KONI, dan PSSI dalam membangun sepak bola daerah.

Menurutnya, sepak bola bukan sekadar cabang olahraga, tetapi telah menjadi bagian dari harga diri dan kebanggaan masyarakat Maluku Utara. Karena itu, pembinaan sepak bola membutuhkan kerja sama serta pembagian tugas dan kewenangan yang jelas antarlembaga.

"Kami mengharapkan kepada ketua pengurus yang nantinya terpilih, ada sinergitas antara Pemerintah Provinsi, KONI, dan PSSI. Ini yang sering kali kita lalaikan, mengenai pembagian tugas dan kewenangan antara Dispora, KONI, dan PSSI," ujarnya.

Asrul berharap PSSI sebagai mitra pemerintah dapat terus membangun kolaborasi, baik dalam penyusunan program kerja maupun pelaksanaan kegiatan.

Dia juga menegaskan pemerintah daerah tidak akan melakukan intervensi terhadap proses demokrasi di tubuh PSSI Maluku Utara. Seluruh mekanisme kongres diserahkan kepada panitia penyelenggara dan anggota yang memiliki hak suara.

"Kami dari Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku Utara tidak mengintervensi. Kami menyerahkan semuanya kepada panitia dan berharap ke depan ada kolaborasi yang baik," katanya.

Asrul berharap Kongres Biasa berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa menimbulkan polemik. Dia juga menginginkan kepengurusan yang terbentuk nantinya mampu menjawab berbagai tantangan sepak bola di Maluku Utara, termasuk mengakomodasi aspirasi klub-klub anggota.

Sebelum menutup sambutannya, Asrul secara resmi membuka Kongres Biasa PSSI Maluku Utara Tahun 2026.

"Dengan ini, Ordinary Congress PSSI Maluku Utara Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka," pungkasnya.

Berita Lainnya