Pemerintah
Pimpin Apel Gabungan, Sekprov Samsuddin Minta OPD Fokus pada Program Prioritas
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir, meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) fokus pada pelaksanaan program prioritas pemerintah daerah.
Setiap program dan kegiatan yang diusulkan harus selaras dengan visi-misi kepala daerah serta dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Penegasan tersebut disampaikan Samsuddin saat memimpin apel gabungan ASN lingkup Pemerintah Provinsi Maluku Utara di halaman Kantor Gubernur, Sofifi, Senin (2/11/2026).
Apel pada pekan pertama November itu diikuti pejabat eselon II, III, IV, pejabat fungsional, serta seluruh ASN yang bertugas di ibu kota provinsi.
Dalam arahannya, Samsuddin terlebih dahulu mengingatkan seluruh pimpinan OPD terkait agenda rapat kerja bersama komisi DPRD untuk membahas APBD 2027. Rapat tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 2 hingga 6 November 2026.
Ia meminta setiap pimpinan OPD memperhatikan jadwal dan menghadiri rapat sesuai undangan. Koordinasi dengan komisi masing-masing juga perlu dilakukan agar pembahasan berjalan lancar.
"Atas arahan Ibu Gubernur, diharapkan kepada semua pimpinan OPD untuk memperhatikan jadwal dan wajib menghadiri sesuai undangan atau berkoordinasi dengan komisinya masing-masing. Jangan dulu keluar daerah selama jadwal rapat dengan DPRD," tegas Samsuddin.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pemahaman terhadap tugas pokok dan fungsi, visi-misi Gubernur, RPJMD, serta Rencana Strategis (Renstra) masing-masing OPD.
Menurutnya, setiap program dan kegiatan yang diusulkan harus mengacu pada dokumen perencanaan. Dengan demikian, anggaran yang disusun benar-benar mendukung pencapaian target pembangunan daerah.
Untuk memperjelas hal tersebut, Samsuddin mengibaratkan penyelarasan program dengan visi-misi pemerintahan seperti membangun sebuah rumah.
Jika visi-misi pemerintahan sebelumnya adalah membangun rumah dari gaba-gaba, maka seluruh kebutuhan pembangunan akan disesuaikan dengan material tersebut. Namun, ketika arah pembangunan berubah menjadi rumah permanen, strategi dan kebutuhan material juga harus disesuaikan.
"Jika birokrasi tetap bertahan dengan program lama cari gaba-gaba, maka tidak akan terwujud visi-misi rumah batu. Jadinya pondasi batu, dinding gaba-gaba, atap seng. Tidak sinkron. Itulah mengapa usulan di Bappeda sering dicoret karena tidak sesuai RPJMD dan Renstra," jelasnya.
Karena itu, Samsuddin meminta seluruh OPD kembali mempelajari RPJMD, misi, indikator, hingga program prioritas pemerintah daerah, seperti pendidikan gratis, kesehatan gratis, dan bedah rumah.
Ia menegaskan, masing-masing OPD harus mampu merumuskan strategi paling efektif untuk merealisasikan program tersebut. Sebab, perangkat daerah merupakan pihak yang paling memahami kebutuhan teknis dan langkah pelaksanaan di sektor masing-masing.
Dalam arahannya, Samsuddin juga menyoroti kondisi fiskal Pemerintah Provinsi Maluku Utara, khususnya komposisi belanja pegawai yang saat ini masih berada di kisaran 40 persen.
Padahal, berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah, belanja pegawai dibatasi maksimal 30 persen.
"Kalau ibarat 10 karung, 3 orang angkat 7 karung beras itu ideal 30-70. Tapi kalau 6 orang angkat 4 karung, itu tidak efisien. Artinya belanja pegawainya harus dikurangi atau pendapatannya harus ditingkatkan," ungkapnya.
Untuk memperbaiki komposisi fiskal tersebut, Samsuddin menginstruksikan seluruh OPD penghasil agar lebih serius mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia mengingatkan, apabila komposisi belanja pegawai tidak membaik pada 2027, kondisi tersebut dapat berdampak terhadap kemampuan keuangan daerah, termasuk pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
Menutup arahannya, Samsuddin meminta seluruh OPD memanfaatkan sisa dua bulan tahun anggaran 2026 untuk menuntaskan program dan memaksimalkan penyerapan anggaran.
Ia tidak ingin pelaksanaan kegiatan berjalan lambat hingga menyisakan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) dalam jumlah besar seperti tahun sebelumnya.
"Empat orang angkat 6 karung, jangan cuma 4 yang diangkat. Selesaikan semua tugas sampai tuntas," tandasnya.