1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Pemerintah

Sekda Ricky Minta PIKI Halmahera Timur Perkuat SDM dan Pelestarian Budaya

Oleh ,

Sekretaris Daerah (Sekda) Halmahera Timur, Ricky Chaerul Richfat, meminta Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) mengambil peran dalam penguatan sumber daya manusia (SDM), pembinaan karakter, dan pelestarian budaya lokal.

Hal tersebut disampaikan Ricky saat membuka Konferensi Cabang (Konfercab) PIKI Halmahera Timur di Gedung Gereja Mawlango, Desa Sailal, Senin, 2 November 2026.

Konfercab tersebut mengusung tema “Melangkah dengan Harapan yang Kokoh” dan subtema “Mewujudkan Masa Depan Indonesia yang Sejahtera dan Berkeadilan”.

Kegiatan ini dihadiri Ketua DPD PIKI Provinsi Maluku Utara Abner Nones, Ketua DPC PIKI Halmahera Timur Ailen Goeslaw, Wakapolres Haltim Kompol I Gede Arya Dharmika, keluarga besar PIKI, tokoh agama, serta sejumlah tamu undangan.

Dalam sambutannya, Ricky mengatakan, penguatan SDM melalui sektor pendidikan menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi muda yang mampu berkontribusi bagi pembangunan.

Menurutnya, semakin banyak putra-putri daerah yang memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. Hal ini diharapkan dapat melahirkan generasi yang mampu mengambil peran dalam birokrasi, pembangunan, dan berbagai sektor strategis lainnya.

“Semakin banyak putra-putri daerah yang memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan hingga jenjang tinggi, sehingga mampu berkontribusi dalam birokrasi, pembangunan, dan berbagai sektor strategis lainnya,” jelas Ricky.

Selain pendidikan, ia menilai pembinaan karakter dan penanaman nilai-nilai budaya lokal juga perlu mendapat perhatian. Pendidikan, kata dia, tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan, tetapi harus diimbangi dengan pembentukan karakter generasi muda.

Ricky pun mengajak pemerintah daerah, tokoh agama, pendeta, dan seluruh elemen masyarakat untuk terlibat dalam memperkuat pendidikan karakter serta menjaga warisan budaya lokal. Langkah ini juga dinilai penting untuk meminimalisasi berbagai persoalan sosial yang melibatkan kalangan anak muda.

“Saya mengajak pemerintah daerah, tokoh agama, pendeta, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat pendidikan karakter serta sosialisasi program yang mendukung pelestarian budaya lokal,” pintanya.

Ia berharap Konfercab PIKI menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah, dan tokoh agama dalam mendukung pembangunan Halmahera Timur.

“Dengan sinergi tersebut, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi berintegritas yang mampu membawa Halmahera Timur menuju masa depan yang lebih baik,” tandas Ricky.

Sementara itu, Ketua DPC PIKI Halmahera Timur, Ailen Goeslaw, mengatakan Konfercab merupakan bagian penting dari proses kaderisasi untuk melahirkan intelektual Kristen yang memiliki integritas dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah.

Menurut Ailen, pengembangan kapasitas kader perlu menjadi perhatian organisasi agar dapat melahirkan generasi yang cerdas, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap pembangunan.

“Pengembangan SDM sangat penting. Kader harus memiliki integritas, cerdas, dan intelektual agar dapat memberikan hal-hal positif bagi pemerintah daerah ke depan,” ujar Ailen.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Halmahera Timur. Menurutnya, toleransi bukan sekadar sikap saling menghormati, tetapi harus diwujudkan melalui komitmen aktif dalam menjaga keberagaman dan persatuan.

“Toleransi bukanlah sekadar konsep pasif untuk saling membiarkan, melainkan sebuah komitmen aktif dalam merawat rajutan Bhinneka Tunggal Ika, menegakkan nilai-nilai Pancasila, dan mewujudkan keadilan sosial,” tandasnya.

Berita Lainnya