Imbauan
Status Gunung Gamkonora Naik Waspada, BPBD Maluku Utara Keluarkan Imbauan
Status aktivitas Gunung Api Gamkonora di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, resmi naik dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada).
Menyikapi peningkatan aktivitas tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara mengeluarkan sejumlah imbauan kepada masyarakat.
Kenaikan status gunung api tersebut ditetapkan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), terhitung sejak 6 November 2026 pukul 16.00 WIT.
Kepala BPBD Maluku Utara, Fehby Alting, meminta masyarakat, termasuk pengunjung dan wisatawan, tidak memasuki maupun melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat erupsi Gunung Gamkonora.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul hasil evaluasi Badan Geologi yang menunjukkan adanya peningkatan aktivitas kegempaan Gunung Gamkonora dalam beberapa waktu terakhir.
BPBD juga meminta masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan gunung api agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Selain itu, masyarakat diminta mengikuti perkembangan aktivitas dan rekomendasi resmi Badan Geologi, khususnya Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta seluruh unsur terkait juga diminta meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kemungkinan perkembangan aktivitas Gunung Gamkonora.
Fehby turut mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarluaskan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan selalu mengacu pada sumber resmi pemerintah.
Berdasarkan laporan evaluasi Badan Geologi, aktivitas kegempaan Gunung Gamkonora selama Oktober hingga 5 November 2026 cenderung meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.
Sepanjang Oktober 2026, tercatat 129 kali gempa Tornillo, lima kali gempa Low Frequency, 28 kali gempa Vulkanik Dangkal, 79 kali gempa Vulkanik Dalam, 105 kali gempa Tektonik Lokal, dan 475 kali gempa Tektonik Jauh.
Sementara pada periode 1–5 November 2026, terekam 13 kali gempa Tornillo, tiga kali gempa Low Frequency, delapan kali gempa Vulkanik Dalam, 23 kali gempa Tektonik Lokal, dan 70 kali gempa Tektonik Jauh.
Badan Geologi mencatat peningkatan cukup signifikan terjadi pada 29 Oktober 2026. Gempa Vulkanik Dangkal yang sebelumnya rata-rata di bawah dua kejadian per hari meningkat menjadi sembilan kejadian per hari.
Gempa Vulkanik Dalam juga mengalami peningkatan, dari rata-rata di bawah empat kejadian menjadi sekitar lima kejadian per hari.
Dari pengamatan visual, Gunung Gamkonora terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan ketinggian sekitar 30–50 meter dari puncak.
Badan Geologi merekomendasikan masyarakat untuk tidak memasuki wilayah dalam radius dua kilometer dari pusat erupsi. Masyarakat juga diminta mematuhi rekomendasi keselamatan serta memantau perkembangan aktivitas gunung melalui kanal informasi resmi Badan Geologi.
Informasi perkembangan aktivitas Gunung Gamkonora dapat diakses melalui laman Magma Indonesia di https://magma.esdm.go.id dan situs Badan Geologi di https://geologi.esdm.go.id/pvmbg.
Badan Geologi akan melakukan evaluasi tingkat aktivitas Gunung Gamkonora secara berkala atau sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan. Status dan rekomendasi tersebut tetap berlaku selama belum diterbitkan laporan evaluasi terbaru.