Diseminasi Riset Ungkap Peran Salai Jin dalam Pengobatan Tradisional Masyarakat
LSM Omah Psikologi Maluku Utara menggelar kegiatan Diseminasi Riset Tradisi Salai Jin sebagai Media Pengobatan di lingkungan masyarakat Tubo, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Sabtu 27 November 2025.
Diseminasi riset tersebut menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi leluhur yang tidak hanya memiliki nilai budaya tinggi, tetapi juga diyakini menyimpan manfaat bagi masyarakat setempat. Salai Jin hingga kini masih dipraktikkan sebagai bagian dari sistem pengobatan tradisional masyarakat Tubo.
Dalam kepercayaan lokal, Salai Jin merupakan ritual tarian adat yang berfungsi sebagai media pemanggilan roh atau jin untuk tujuan tertentu, terutama penyembuhan penyakit, permohonan perlindungan, serta keselamatan bagi generasi penerus.
Dalam konteks adat Maluku Utara, istilah Salai Jin juga merujuk pada tempat yang dipercaya sebagai ruang berkumpulnya makhluk gaib yang memiliki pengaruh dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih dari sekadar ritual spiritual, Salai Jin memiliki nilai historis yang kuat. Tradisi ini diyakini pernah menjadi simbol perlindungan sekaligus bentuk perlawanan masyarakat terhadap penjajahan. Hingga kini, Salai Jin masih digunakan sebagai media pengobatan alternatif untuk berbagai penyakit, baik medis maupun non-medis, khususnya yang dipercaya berkaitan dengan gangguan jin.
Melalui kegiatan diseminasi ini, hasil penelitian mengenai Salai Jin diperkenalkan kepada publik agar dapat dipahami, dimanfaatkan, dan dikembangkan lebih lanjut. Selain menyebarluaskan temuan riset, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat dan kalangan akademisi terhadap nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi tersebut.
Kegiatan ini menghadirkan dua reviewer, yakni Abdullah Totona, S.Sos., M.Hum, seorang penulis, serta Namira Ismail, S.Psi., M.Psi, dosen Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU). Keduanya memberikan masukan kritis dan konstruktif terhadap hasil penelitian yang dipresentasikan.
Peserta diseminasi berasal dari kalangan mahasiswa dengan berbagai latar belakang disiplin ilmu. Diskusi yang berlangsung dinamis memperkaya sudut pandang terhadap Salai Jin, baik dari aspek budaya, sosial, maupun psikologis.
Melalui kegiatan ini, diharapkan riset tentang Salai Jin tidak hanya berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi pelestarian budaya, pengembangan ilmu pengetahuan, serta penguatan identitas lokal masyarakat Tubo di tengah arus modernisasi.










Komentar