Konsumsi Beras Tinggi di Ternate, Hotel dan Dapur MBG Paling Banyak
Tingginya aktivitas pelayanan tamu dan penyediaan makanan bergizi di Kota Ternate membuat konsumsi beras meningkat tajam. Hotel, restoran, hingga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tercatat menghabiskan antara 1,5 hingga 2 ton beras setiap bulan.
Pemilik Hotel Emerald Ternate, Yapri, mengatakan kebutuhan beras di hotelnya mencapai sekitar 15 kilogram per hari. Beras tersebut digunakan untuk konsumsi tamu maupun karyawan hotel.
“Kami menyiapkan beberapa jenis beras, namun yang utama adalah beras premium. Ini penting untuk menjaga kenyamanan dan kepuasan tamu,” ujar Yapri kepada Halmaherapost.com, Selasa, 16 Desember 2025.
Hal serupa disampaikan Kepala Dapur Kafe Anomali, Rama. Menurutnya, kualitas beras sangat berpengaruh terhadap cita rasa makanan yang disajikan.
“Beras yang kami gunakan berasal dari distributor langganan, sebagian juga kami beli di Muara Mall. Dalam penyajian menu, bahan berbasis beras selalu dipadukan dengan protein dan mineral agar nilai gizinya seimbang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Asrama Pesantren Hidayatullah di Kelurahan Gambesi menyebutkan kebutuhan beras untuk santri cukup besar. Dengan jumlah santri sekitar 140 orang, konsumsi beras di pondok pesantren tersebut mencapai dua karung berukuran 15 kilogram per hari.
“Beras diperoleh dari donatur dan pembelian mandiri. Dalam sehari, kami menghabiskan sekitar dua karung beras untuk kebutuhan memasak,” jelasnya.
Kebutuhan beras juga cukup tinggi di dapur SPPG yang melayani program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Ternate. Petugas SPPG Jati, Faisal, mengatakan pihaknya memasak beras dalam jumlah besar setiap hari untuk memenuhi kebutuhan ribuan penerima manfaat.
“SPPG Jati saat ini melayani sekitar 20 sekolah. Khusus beras, kebutuhan kami mencapai sekitar 250 kilogram per hari untuk 3.638 penerima manfaat,” ungkap Faisal.
Tingginya konsumsi beras di berbagai sektor menunjukkan pentingnya peran distribusi dan ketersediaan bahan pangan di Kota Ternate, terutama untuk mendukung sektor perhotelan, pendidikan, dan program gizi pemerintah.










Komentar