Giop Wayabula Morotai Panen 500 Tongkol, Nelayan Sisihkan Hasil untuk Warga

Nelayan Giop Morotai saat bersiap mengangkut ikan ke penampungan di Desa Wayabula. Foto: Ris

Nelayan giop asal Desa Wayabula, Kabupaten Pulau Morotai, mulai menikmati hasil laut yang melimpah di awal tahun 2026.

Satu perahu giop dilaporkan berhasil membawa pulang sekitar 500 ekor ikan tongkol usai melaut di perairan antara Desa Tutuhu dan Desa Cio Gerong.

Perahu giop berukuran sekitar 9 meter tersebut diawaki delapan orang nelayan. Dari sekali tarik jaring, ratusan ikan tongkol berhasil dikumpulkan dan kemudian dibawa ke penampungan ikan di Desa Wayabula.

Pemilik giop, Apul, kepada Halmaherapost.com, Sabtu, 3 Januari 2026, mengatakan hasil tangkapan hari ini meningkat signifikan dibandingkan hari sebelumnya.

“Kemarin kami dapat sekitar 200 ekor. Hari ini, alhamdulillah, sudah lebih banyak, sekitar 500 ekor yang dibawa ke penampungan,” kata Apul.

Tak hanya berfokus pada hasil penjualan, Apul bersama para nelayan juga menyisihkan sebagian hasil tangkapan untuk dibagikan kepada warga pesisir Wayabula. Ikan tongkol tersebut dibagikan langsung kepada warga yang telah menunggu di area pantai.

“Hasil yang ada, kami selalu menyedekahkan kepada warga di sekitar pantai Wayabula,” ujarnya.

Menurut Apul, meski setiap warga hanya mendapatkan satu hingga dua ekor ikan, bahkan ada yang memperoleh tiga sampai empat ekor, hal itu tetap dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang diperoleh dari laut.

Sementara itu, ikan yang baru diangkat dari jaring langsung diletakkan di atas talud pantai. Warga pun tampak berbondong-bondong mengambil ikan yang dibagikan para nelayan.

“Hari ini giop Pak Apul hasilnya lumayan. Kami diberi ikan, meski ada yang dapat satu sampai dua ekor, ada juga yang tiga sampai empat ekor. Kami tetap bersyukur,” ujar Frience, salah satu warga Wayabula.

Adapun ikan tongkol yang masuk ke penampungan berukuran sekitar 0,5 ons per ekor. Ikan tersebut dibeli dengan harga Rp6.000 per ekor.

“Sekitar 500 ekor ikan, satu ekor kami ambil Rp6.000,” jelas Haji Ajan, pengelola penampungan ikan Desa Wayabula.

Selain giop milik Apul, tercatat masih ada empat giop lain yang hingga kini belum kembali ke darat dan masih beroperasi di sekitar perairan Desa Tutuhu dan Desa Cio Gerong.

“Tadi kami lihat baru giop kami yang sudah mancing atau mengangkat jaring. Yang lain mungkin masih terlalu jauh, jadi belum kelihatan,” ujar Udu, Saihu atau pengatur jaring giop.

Ia menambahkan, hasil tangkapan nelayan dalam beberapa hari terakhir tergolong cukup baik. Jika hasilnya berlebih, para nelayan memilih untuk membagikannya kepada warga yang menunggu di pesisir pantai.

“Kalau rezeki lebih, kami sedekahkan ke warga,” tutupnya.

Penulis: Ris
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga