Medan Terjal dan Cuaca Ekstrem Hambat Pekerjaan Jalan Tani Morotai

Pekerjaan jalan tani di Kabupaten Pulau Morotai. Foto: Maulud Rasai

Medan yang terjal serta cuaca ekstrem menjadi tantangan utama dalam pengerjaan jalan tani di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. Meski demikian, progres pekerjaan telah mencapai 13,215 kilometer dari total target sepanjang 15 kilometer.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pulau Morotai, Fahmi Usman, menegaskan bahwa capaian tersebut jauh melampaui isu yang berkembang di masyarakat yang menyebutkan volume pekerjaan baru sekitar 9 kilometer.

“Progres pekerjaan jalan tani saat ini sudah mencapai 13,215 kilometer dari target 15 kilometer,” ujar Fahmi.

Ia mengakui, selama proses pengerjaan, para pekerja menghadapi sejumlah kendala teknis, terutama kondisi medan yang terjal dan berlumpur. Hal tersebut menyebabkan kebutuhan biaya dan material menjadi lebih besar dibandingkan perencanaan awal.

“Contohnya di Desa Mira, kita harus memotong gunung karena kontur yang terlalu tinggi. Selain itu, kondisi jalan yang berlumpur mengharuskan penggunaan material yang lebih tebal. Ini tentu menguras tenaga dan biaya, bahkan melebihi perencanaan sebelumnya,” jelasnya.

Selain kondisi medan, faktor cuaca juga menjadi kendala serius. Tingginya intensitas curah hujan serta kerusakan alat berat turut memperlambat pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Fahmi kemudian merinci capaian volume pekerjaan jalan tani yang telah diselesaikan di sejumlah desa. Di antaranya, SP1 Desa Morodadi sepanjang 3,5 kilometer, Kong-kong/Gotalamo 1,5 kilometer, Desa Cao Muhajirin 4 kilometer, Desa Rahmat 3,5 kilometer, Sangowo Timur sepanjang 500,75 meter, serta Desa Waringin 140 meter.

“Jika ditotal secara keseluruhan, volume pekerjaan yang telah diselesaikan mencapai 13,215 kilometer,” tegasnya.

Dengan demikian, sisa volume pekerjaan yang belum dikerjakan masih sepanjang 1,785 kilometer. Pekerjaan tersebut akan dilanjutkan di dua desa, yakni Desa Sambiki dan Desa Morodadi.

“Di Desa Sambiki akan dibangun sepanjang 892 meter dan di Desa Morodadi juga 892 meter. Saat ini kami masih menunggu kondisi cuaca membaik agar alat berat bisa dikerahkan ke lokasi, karena intensitas curah hujan yang tinggi belum memungkinkan,” pungkas Fahmi.

Penulis: Maulud
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga