BMKG Imbau Waspada Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi di Maluku Utara

Ilustrasi cuaca buruk di lautan || Foto: Istimewa

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Maluku Utara akan didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat, yang diperkirakan berlangsung hingga 8 Januari 2025.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Kelas I Baabullah Ternate, Fahmi Bachdar, menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh tingginya kelembapan udara yang terpantau di wilayah Sulawesi bagian timur, Papua, hingga Maluku Utara.

Potensi hujan meningkat di sejumlah daerah, antara lain Kota Ternate, Batang Dua, Jailolo, Sofifi, Tidore Kepulauan, Loloda, Kepulauan Sula, dan Pulau Taliabu.

Fahmi menyebutkan, dalam dua hari ke depan, intensitas hujan diperkirakan masih cukup tinggi dan berpotensi disertai peningkatan gelombang laut.

"Kecepatan angin dapat mencapai 40 km/jam, sehingga gelombang laut diperkirakan naik hingga 1,5–2 meter di perairan Morotai, timur Loloda, perairan barat Bacan, Kepulauan Sula, dan Pulau Taliabu,” ujar Fahmi.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan warga yang melakukan perjalanan laut, untuk meningkatkan kewaspadaan karena hujan dengan intensitas tinggi dapat memengaruhi kondisi gelombang dan keselamatan pelayaran.

Meski demikian, Fahmi memastikan tidak terpantau adanya siklon tropis yang masuk ke wilayah Maluku Utara. Namun, dampak cuaca ekstrem tetap perlu diwaspadai.

“Fenomena ini disebabkan oleh sirkulasi tekanan rendah serta aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) yang memicu belokan dan pertemuan massa udara, sehingga meningkatkan pertumbuhan awan hujan di Maluku Utara,” tutupnya.

Penulis: Ris
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga