Longsor di Loloda Halmahera Barat Renggut Dua Nyawa
Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Halmahera Barat memicu banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Bencana tersebut menelan korban jiwa. Dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat longsor yang terjadi di Kecamatan Loloda, Rabu 7 Januari 2026, dini hari.
Informasi yang dihimpun HalmaheraPost menyebutkan, kedua korban ditemukan di lokasi longsor yang berada di Desa Kedi, Kecamatan Loloda. Meski demikian, korban diketahui merupakan warga Desa Soasio yang letaknya berdekatan dengan Desa Kedi.
Salah seorang warga Desa Soasio, Ami, mengungkapkan bahwa peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 02.00 WIT. Suara gemuruh tanah yang cukup keras membangunkan warga dari tidur.
“Sekitar pukul 02.00 WIT terdengar suara gemuruh longsor. Pagi harinya baru dipastikan ada dua korban meninggal dunia,” kata Ami kepada media.
Ia menjelaskan, dua korban tersebut masing-masing seorang siswi kelas VI Sekolah Dasar dan seorang ibu lanjut usia. Keduanya merupakan warga asli Desa Soasio, namun tertimbun longsor saat berada di wilayah Desa Kedi.
“Korban adalah seorang siswi dan satu orang lansia. Mereka warga Desa Soasio, tetapi lokasi longsornya di Desa Kedi,” jelasnya.
Pasca kejadian, warga yang bermukim di sekitar lokasi bencana memilih mengungsi ke rumah-rumah kerabat dan warga lain yang dinilai lebih aman dari ancaman longsor maupun banjir susulan.
“Saat ini warga mengungsi ke tempat yang dianggap aman,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi cuaca di wilayah Loloda dan sekitarnya masih berpotensi hujan. Warga berharap adanya penanganan cepat dari pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mengantisipasi bencana lanjutan serta membantu warga terdampak.










Komentar