Lutfi Apal Pimpin Kebangkitan PSTI Maluku Utara
Setelah vakum selama beberapa tahun, kepengurusan Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Provinsi Maluku Utara akhirnya kembali aktif.
Kebangkitan organisasi tersebut ditandai dengan pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) PSTI Maluku Utara periode 2026–2030 yang digelar di Syamatira Resto, Kota Ternate, Kamis, 8 Januari 2026.
Dalam Musprov tersebut, Lutfi Apal terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PSTI Maluku Utara periode 2026–2030. Ia terpilih karena memenuhi persyaratan, di antaranya pernah menjabat sebagai pengurus organisasi dan wasit nasional sepak takraw.
Dalam sambutannya, Lutfi Apal menyampaikan bahwa cabang olahraga sepak takraw di Maluku Utara telah lama tidak aktif dalam beberapa periode terakhir. Oleh karena itu, dirinya mendapat mandat langsung dari pengurus pusat PSTI untuk mengaktifkan kembali roda organisasi di daerah.
“Sepak takraw di Maluku Utara sudah vakum cukup lama. Sebagai pemegang mandat dari pengurus pusat, saya ditugaskan untuk menyerahkan mandat dan menghidupkan kembali sepak takraw di Maluku Utara,” ujar Lutfi.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengurus lama PSTI Maluku Utara. Menurutnya, saat tiba di Ternate, dirinya tidak mengetahui pihak yang dapat dihubungi untuk berkoordinasi, sehingga komunikasi awal dilakukan langsung dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Maluku Utara.
“Saya mohon maaf kepada teman-teman pengurus lama, karena ketika tiba di Ternate saya tidak tahu harus berkoordinasi dengan siapa, sehingga satu-satunya jalur koordinasi dilakukan melalui KONI Provinsi,” katanya.
Lutfi menegaskan bahwa pelaksanaan Musprov PSTI Maluku Utara memiliki dasar hukum yang kuat. Landasan tersebut di antaranya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 1 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PSTI.
“Musprov ini dilaksanakan untuk memilih Ketua PSTI Maluku Utara masa bakti 2026–2030, dengan peserta yang terdiri dari perwakilan 10 kabupaten/kota di Maluku Utara,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua KONI Provinsi Maluku Utara, Sarbin Sehe, mengapresiasi terselenggaranya Musprov PSTI Maluku Utara. Ia menilai kembalinya PSTI menjadi pelengkap seluruh cabang olahraga yang ada di Maluku Utara.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Lutfi dan seluruh jajaran atas terselenggaranya Musprov PSTI. Ini menjadi pelengkap cabang olahraga di Maluku Utara,” ujar Sarbin.
Sarbin yang juga Wakil Gubernur Maluku Utara berharap, melalui Musprov tersebut, dapat terbentuk kepengurusan dan struktur organisasi yang solid sehingga pembinaan cabang olahraga sepak takraw di Maluku Utara dapat berjalan dengan baik.
“Harapan kami, ke depan Maluku Utara dapat melahirkan atlet-atlet sepak takraw yang andal dan mampu bersaing di tingkat nasional,” tutupnya.










Komentar