Musik
Iwan Fals Bawakan Lagu Karya Anak Ternate “Stecu Stecu” di Konser Raya Indosiar
Musisi legendaris Iwan Fals sukses mengguncang panggung Konser Raya 31 Indosiar Luar Biasa yang digelar di Studio Emtek 6, Jakarta, Minggu, 11 Januari 2026.
Dalam konser tersebut, Iwan Fals secara mengejutkan membawakan lagu viral “Stecu Stecu”, karya anak Ternate.
Dilansir Liputan6.com, pada penampilan pertama, Iwan Fals dan band tampil energik dengan membawakan lagu “Air Mata Api” dan “Bongkar” yang langsung membakar semangat penonton. Namun, suasana berubah pada penampilan kedua saat Iwan Fals hadir dengan konsep yang lebih santai dan cerah.
Dengan balutan busana elegan para personel band, Iwan Fals mengajak audiens bernyanyi bersama lewat lagu “Yang Terlupakan”. Usai membawakan lagu tersebut, ia menyampaikan pesan inspiratif kepada penonton.
“Semoga senyum ini terus mengikuti Indosiar. Senyum yang cerah dan terus menginspirasi,” ujar Iwan Fals, merujuk pada penggalan lirik lagu “Yang Terlupakan”.
Momen paling menyita perhatian terjadi saat Iwan Fals dan band membawakan lagu “Stecu Stecu”, lagu ciptaan Farid Egall yang dipopulerkan Faris Adam. Lagu asal Ternate ini diketahui viral di berbagai platform media sosial dan digemari lintas generasi.
Begitu intro lagu dimainkan, suasana studio langsung pecah. Penonton ikut bergoyang mengikuti irama lagu yang bertempo upbeat dengan lirik sederhana dan bernuansa jenaka. Lagu “Stecu Stecu” sendiri memiliki makna “setelan cuek”.
Iwan Fals membawakan lagu tersebut dengan aransemen khasnya, memadukan instrumen biola, flute, dan ukulele, namun tetap mempertahankan karakter ceria lagu aslinya.
“Stecu sih stecu. Tapi kalau enggak ada hepeng (uang) gimana?” canda Iwan Fals usai menyanyikan lagu tersebut. “Tetap semangat cari uang, ya,” tambahnya.
Usai membawakan “Stecu Stecu”, Iwan Fals dan band kembali menggeber panggung dengan lagu “Pesawat Tempurku”. Lagu ini merupakan salah satu hits dari album 1910 yang dirilis pada tahun 1988.
Penampilan ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi Iwan Fals terhadap karya musik daerah, khususnya lagu-lagu dari Maluku Utara yang mampu menembus panggung nasional.