Warga Obi Apresiasi Respons Cepat Gubernur Sherly, Jembatan Batang Kelapa Kini Layak

Gubernur Sherly Laos || Foto: Adpim for Halmaherapost

Warga Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, memberikan apresiasi tinggi atas respons cepat Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, terkait akses penghubung yang selama ini menjadi tantangan utama di wilayah tersebut.

Unggahan warganet yang menampilkan kondisi jembatan darurat dari batang kelapa, lalu diperbandingkan dengan jembatan baru yang jauh lebih layak, menjadi bukti nyata perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar masyarakat kepulauan.

Melalui media sosial, banyak warga mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih. Mereka menyebut pembangunan jembatan tersebut sebagai jawaban atas harapan panjang yang selama ini bergantung pada jalur penghubung sederhana yang rentan terputus saat cuaca buruk dan debit air naik.

“Dulu jembatan hanya batang kelapa, sekarang sudah layak. Terima kasih, Ibu Gubernur,” tulis salah satu warga dalam unggahan yang ramai dibagikan.

Warga setempat menilai jembatan bukan hanya infrastruktur biasa, melainkan “urat nadi” yang menentukan kelancaran aktivitas ekonomi, akses layanan kesehatan, distribusi kebutuhan pokok, hingga mobilitas anak-anak menuju sekolah.

Selain itu, akses jembatan dan jalan sangat menentukan kelancaran perputaran hasil kebun dan laut masyarakat Obi yang menjadi sumber penghidupan utama.

Kadis PU: Tiga Jembatan Dipasang Konstruksi Bailey Tahun 2025

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Maluku Utara, Risman Iriyanto Djafar, menjelaskan pembangunan ini merupakan bagian dari program pemerintah provinsi di ruas jalan Pulau Obi.

“Pembangunan mencakup Jembatan Laiwui, Jikotamo, dan Anggai. Ketiganya dipasang menggunakan konstruksi Bailey atas permintaan masyarakat sekitar dan karena merupakan ruas jalan provinsi. Gubernur mengalokasikan anggaran untuk pembangunan tiga jembatan ini pada tahun 2025,” jelas Risman.

Menurutnya, jembatan Bailey menjadi solusi cepat dan efektif memenuhi kebutuhan akses warga, khususnya di titik rawan putus yang selama ini menyulitkan mobilitas masyarakat.

Tahun 2026, Pemprov Lanjutkan dengan Rekonstruksi Jalan dan Jembatan Permanen

Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga menyiapkan program lanjutan pada tahun 2026 untuk memperkuat konektivitas secara permanen.

“Tahun depan, Gubernur akan membangun rekonstruksi jalan sepanjang 10 kilometer dan pembangunan satu unit jembatan dengan bentang 20 meter,” tambah Risman.

Masyarakat Obi menyambut positif program lanjutan ini. Mereka berharap pembangunan infrastruktur yang semakin baik dapat meningkatkan ekonomi, mempercepat pelayanan publik, serta mempermudah akses keseharian.

Dengan dukungan masyarakat dan komitmen pemerintah daerah, konektivitas di Pulau Obi diharapkan semakin kuat dan menjadi bagian penting dalam pembangunan berkeadilan di Maluku Utara.

Penulis: Qal
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga