Dinkes Morotai Pastikan Pelayanan Dasar Tetap Berjalan Meski Anggaran Terbatas
Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Pulau Morotai memastikan pelayanan kesehatan dasar tetap berjalan optimal meski menghadapi keterbatasan anggaran daerah.
Upaya ini dilakukan dengan mengandalkan Dana Alokasi Umum (DAU) serta Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik.
DAK nonfisik digunakan untuk membiayai operasional puskesmas serta kebutuhan pendukung lain demi kelancaran pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Pulau Morotai.
Kepala Dinkes KB Morotai, dr. Diana, menyampaikan bahwa selain menjaga layanan dasar, pihaknya juga terus mendorong pemenuhan sarana penunjang seperti mobil ambulans. Permintaan bantuan ambulans telah disampaikan secara resmi ke Kementerian Kesehatan dan kini menjadi prioritas.
“Kemarin kami sudah mengajukan ke Kemenkes. Bantuan lima unit mobil ambulans menjadi prioritas, namun realisasinya belum bisa kami pastikan waktunya,” kata dr. Diana.
Menurutnya, seluruh usulan kebutuhan sektor kesehatan sudah diakomodir pemerintah pusat, hanya saja waktu realisasinya menunggu konfirmasi lebih lanjut.
Selain itu, kebutuhan di sektor rumah sakit juga telah disampaikan langsung kepada Wakil Presiden RI saat kunjungan kerja ke Morotai.
“Pada kunjungan Pak Wakil Presiden, kami sampaikan catatan-catatan penting terkait kesehatan dan rumah sakit,” ujarnya.
Pada Desember 2025, Dinkes KB kembali mendatangi Kementerian Kesehatan guna memperkuat usulan tersebut. Hasilnya, kebutuhan pelayanan kesehatan di Pulau Morotai dipahami dan berpeluang besar diakomodir pada tahun ini.
“Desember lalu kami kembali ke Kemenkes dan dipastikan akan diakomodir tahun ini karena kami sudah menjelaskan secara rinci kebutuhan kami,” jelas dr. Diana.
Selain ambulans darat, Dinkes KB juga mengusulkan pengadaan ambulans laut untuk memudahkan rujukan pasien antar pulau sekaligus menekan biaya transportasi. Namun hingga kini, usulan tersebut belum disetujui.
Tidak hanya itu, Kementerian Kesehatan juga memprioritaskan pembangunan tiga unit Puskesmas Pembantu (Pustu) di Pulau Morotai pada 2026.
“Selain lima ambulans, tiga Pustu yakni Joubela, Galo-galo, dan Sangowo juga menjadi prioritas,” tutup dr. Diana.
Dengan berbagai upaya tersebut, Dinkes KB Morotai berharap pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan dapat terus meningkat meski keterbatasan anggaran tetap menjadi tantangan.