Bantuan Gubernur Sherly Tiba di Tolofuo, Krisis Air Bersih Pascabencana Teratasi

Bantuan Air Bersih dari Gubernur Maluku Utara dan peralatan lain dari Balai Cipta Kerja Kementerian PUPR telah tiba di Desa Tolofuo, Halmahera Barat. Foto: Ist

Bantuan air bersih dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara akhirnya tiba di Desa Tolofuo, Kecamatan Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Barat. Bantuan tersebut menjadi solusi darurat atas krisis air bersih yang dialami warga pascabanjir dan longsor awal Januari 2026.

Bantuan yang merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, itu tiba di Desa Tolofuo pada Minggu, 18 Januari 2026, bersama peralatan teknis dari Balai Cipta Karya (Balai CK) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Krisis air bersih terjadi setelah banjir dan longsor menimbun dua bak penampungan air serta menutup sumber mata air utama yang selama ini menjadi tumpuan kebutuhan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara bergerak cepat dengan mendistribusikan air minum dan sarana pendukung guna memenuhi kebutuhan mendesak warga.

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi air minum, satu unit genset berkapasitas 5.000 watt, satu unit pompa air, tiga unit profil tank berkapasitas 1.100 liter, pipa distribusi, serta bahan bakar operasional.

Kepala Desa Tolofuo, Masbug Djumati, mengatakan bantuan tersebut sangat membantu warga yang selama beberapa hari kesulitan memperoleh air bersih akibat longsor.

“Kami mewakili masyarakat Desa Tolofuo menyampaikan terima kasih kepada Ibu Gubernur dan seluruh jajaran Pemprov Maluku Utara. Beberapa hari terakhir air bersih sangat langka karena sumber air tertimbun longsor,” ujarnya.

Menurut Masbug, kehadiran bantuan air bersih dan pompa air menjadi solusi awal bagi pemenuhan kebutuhan harian warga.

Ia berharap penanganan tidak berhenti pada tahap darurat, tetapi dilanjutkan dengan pemulihan sistem air bersih secara permanen.

“Kami berharap ada penanganan lanjutan agar kebutuhan air bersih masyarakat benar-benar aman dan berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, tim teknis Balai CK langsung melakukan penanganan darurat dengan mengaktifkan sumber air sementara untuk pelayanan masyarakat.

Sebelumnya, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menginstruksikan percepatan penanganan krisis air bersih usai rapat koordinasi bersama Balai CK pada Jumat, 16 Januari 2026.

Pemerintah daerah dan Balai CK menyepakati penanganan dilakukan secara bertahap, dimulai dari distribusi air bersih dan penyediaan sumber air sementara.

Selain peralatan teknis, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara juga menyalurkan 200 unit galon air bersih untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga Desa Tolofuo.

Penanganan darurat ditargetkan berlangsung selama tiga hari, sementara pemulihan jangka panjang difokuskan pada perbaikan intake dan jaringan pipa distribusi yang rusak akibat bencana. Pemerintah menargetkan layanan air bersih di Desa Tolofuo kembali normal sebelum Ramadan.

Penulis: Qal
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga