Pendidikan
Respons Gagasan Gubernur Sherly, Dikbud Maluku Utara dan Microsoft Percepat Literasi AI
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara merespons cepat gagasan Gubernur Sherly Laos dengan menggandeng Microsoft Indonesia untuk mempercepat literasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di sektor pendidikan dan usaha.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pelatihan bertajuk Microsoft Elevate: Pekan Inovasi AI untuk Pendidikan dan Usaha yang digelar di Aula SMK Negeri 2 Ternate selama empat hari, 19–22 Januari 2026.
Program ini menyasar guru dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan sumber daya manusia Maluku Utara dalam menghadapi transformasi digital.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, mengatakan pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Gubernur Sherly Laos agar literasi teknologi digital, khususnya AI, dapat dipercepat hingga ke daerah.
Menurutnya, perkembangan teknologi yang sangat cepat menuntut dunia pendidikan dan pelaku usaha kecil untuk mampu beradaptasi dan memanfaatkan inovasi digital secara optimal.
“Dengan jejaring nasional dan internasional, Ibu Gubernur menghadirkan mitra-mitra kompeten seperti Microsoft. Tahap awal ini difokuskan kepada guru dan UMKM agar mereka melek teknologi dan siap menghadapi perubahan,” ujar Abubakar, Selasa, 20 Januari 2026.
Ia berharap para guru dapat mengikuti pelatihan secara serius sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pendidikan.
Program Microsoft Elevate di Maluku Utara dijalankan bersama mitra strategis Microsoft, yakni Aldakami, Biji-biji Initiative, dan Focus Target Solusi, dengan pembagian materi sesuai bidang keahlian masing-masing. Sebanyak 200 guru dari berbagai sekolah di Maluku Utara tercatat mengikuti kegiatan tersebut.
Abubakar menambahkan, pembelajaran berbasis AI dan coding kini telah menjadi bagian penting dalam kurikulum nasional.
“Di Kemendikdasmen, pembelajaran AI dan coding sudah menjadi keharusan. Ini bukan sekadar memudahkan proses belajar, tetapi juga tuntutan global yang harus disiapkan sejak dini,” katanya.
Sementara itu, Program Learning Director Biji-biji Initiative, Malasari Lala, menjelaskan Microsoft Elevate merupakan program global yang dijalankan di berbagai negara dengan sasaran beragam.
Di Maluku Utara, kata dia, fokus utama diarahkan pada peningkatan kompetensi digital guru dan pelaku usaha.
“Pada sesi pendidikan, kami fokus meningkatkan kompetensi digital guru. Akselerasi mutu pendidikan merupakan agenda nasional yang diturunkan hingga ke daerah, salah satunya melalui upskilling kemampuan digital,” ucapnya.
Ia menegaskan, penguasaan teknologi digital, termasuk AI, kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Dengan kemampuan tersebut, guru dapat bekerja lebih efektif dan kreatif, sekaligus menyiapkan peserta didik menghadapi dunia kerja dan usaha yang semakin berbasis teknologi.









Komentar