Perhatian DPRD Ternate untuk Siswa Piatu Korban Kecelakaan Berat

DPRD Kota Ternate bersama Dinas Sosial Kota Ternate, Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara, Petugas Kesehatan dan Lurah setempat, memantau langsung kondisi salah satu siswa SD di Kelurahan Kalumata, Kota Ternate Selatan yang sudah empat bulan tidak bersekolah. Foto: Ris

Seorang siswa piatu Sekolah Dasar (SD) di Kelurahan Kalumata mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Ternate setelah mengalami kecelakaan berat yang membuatnya tidak bisa bersekolah selama empat bulan.

Zulfikar Laode (12), yang kini terbaring lemah di rumah kontrakannya di RT 18 Kelurahan Kalumata, tinggal bersama ayah dan adiknya yang masih duduk di kelas 3 SD. Kondisi Zulfikar sangat memprihatinkan akibat kaki patah dan mengecil, sehingga membutuhkan penanganan medis lanjutan.

Usai rapat Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Kota Ternate, sejumlah anggota dewan langsung turun memantau kondisi Zulfikar. Anggota DPRD, Nurlela Syarif, menyampaikan bahwa laporan warga yang datang langsung ke kantor DPRD mendorong mereka untuk segera bertindak.

“Kami langsung turun untuk memantau kondisi dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial serta Dinas Pendidikan agar anak ini mendapat perhatian dan bantuan yang layak,” ujar Nurlela kepada Halmaherapost.com, Kamis, 29 Januari 2026.

Nurlela menambahkan, Komisi III DPRD Kota Ternate bersama mitra kerja berupaya memfasilitasi Zulfikar agar dapat melanjutkan pendidikan melalui Sekolah Rakyat. Meskipun ada kendala dalam pemindahan data administrasi ke Dapodik, upaya terus dilakukan agar hak pendidikan Zulfikar tidak terputus.

Selain itu, bantuan darurat berupa sembako dari BAZNAS dan matras dari Dinas Sosial Kota Ternate sudah mulai disalurkan. Petugas kesehatan dari Puskesmas Kalumata juga telah turun langsung untuk memeriksa dan mendampingi kondisi fisik Zulfikar.

Kondisi ekonomi keluarga Zulfikar sangat memprihatinkan. Ayahnya bekerja sebagai penapis pasir dengan penghasilan terbatas, sementara adiknya harus tetap bersekolah, sehingga Zulfikar seringkali berada sendirian di rumah.

“Orang tua sudah menyetujui rencana pemindahan ke Sekolah Rakyat, dan Dinas Sosial telah melakukan pendataan lengkap. Kami berharap Zulfikar dapat segera kembali bersekolah dan mendapatkan penanganan yang optimal,” tutup Nurlela.

Kasus ini menjadi perhatian penting bagi semua pihak agar anak-anak yang mengalami musibah tetap mendapatkan perlindungan sosial dan pendidikan tanpa terputus.

Penulis: Ris
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga