Dampingi Menkes Cek Kesiapan RSUD Maba, Gubernur Sherly: Pemerataan Layanan Kesehatan Jadi Target
Gubernur Maluku Utara Sherly Laos mendampingi Menteri Kesehatan Republik Indonesia meninjau kesiapan operasional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Jumat, 30 Januari 2026.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan rumah sakit rujukan tersebut siap diresmikan dan dioperasikan secara penuh dalam rangka pemerataan layanan kesehatan di Maluku Utara.
Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas hingga ke wilayah kabupaten dan kepulauan. Gubernur Sherly menegaskan bahwa pembangunan fasilitas kesehatan tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi harus menjangkau seluruh masyarakat, termasuk di daerah terpencil.
Dalam peninjauan itu, rombongan turut didampingi Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub. Sejumlah unsur pimpinan daerah juga hadir, di antaranya Ketua DPRD Halmahera Timur Idrus E. Maneke, Kapolres Halmahera Timur AKBP Bobby Kusuma Ardiansyah, serta Kepala Kejaksaan Negeri Halmahera Timur Firdaus Affandi. Kehadiran lintas unsur ini mencerminkan dukungan bersama terhadap percepatan operasional RSUD Maba.
RSUD Maba merupakan rumah sakit tipe C dengan gedung medis tiga lantai yang dibangun melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur bersama pihak ketiga sebagai kontraktor pelaksana. Keberadaan rumah sakit ini diharapkan dapat menjadi pusat layanan rujukan medis bagi masyarakat Halmahera Timur dan wilayah sekitarnya, khususnya kawasan pesisir dan kepulauan.
Menteri Kesehatan meninjau langsung sejumlah unit layanan, mulai dari ruang rawat inap hingga fasilitas penunjang medis lainnya. Ia menilai kesiapan infrastruktur, tata ruang, serta alur pelayanan RSUD Maba telah memenuhi standar awal operasional.
“Dari hasil peninjauan, RSUD Maba ini sudah bagus. Ruangan tertata dengan baik dan fasilitasnya siap digunakan,” ujar Menkes kepada wartawan.
Selain kesiapan fisik, perhatian juga difokuskan pada penguatan sumber daya manusia (SDM) kesehatan. Menkes menyampaikan bahwa pada tahap awal operasional, pemerintah pusat akan menugaskan tenaga medis melalui skema penugasan khusus selama satu tahun.
“Tenaga medis akan kami kirim dari pusat selama satu tahun. Sementara pemerintah daerah diharapkan menyiapkan SDM lokal secara berkelanjutan, baik melalui rekrutmen putra-putri daerah maupun program pendidikan kedokteran dan kesehatan,” jelasnya.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjamin keberlanjutan layanan kesehatan di daerah serta mendorong kemandirian tenaga medis lokal dalam jangka panjang.
Terkait rencana peresmian RSUD Maba oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Menkes mengatakan pihaknya masih menunggu kepastian jadwal.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat. Kami masih menunggu agenda dan kesiapan Bapak Presiden,” ujarnya.
Kunjungan kerja ini menegaskan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pemerataan layanan kesehatan berkualitas di Maluku Utara, sekaligus memastikan pembangunan infrastruktur kesehatan berjalan seiring dengan kesiapan SDM dan tata kelola layanan yang profesional.









Komentar