Musrenbang Dimulai dari Ternate Tengah, Wali Kota Soroti Sampah hingga City Branding
Pemerintah Kecamatan Ternate Tengah menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan tahun 2026 yang dipusatkan di Taman Nukila, Kelurahan Gamalama.
Kegiatan yang berlangsung Jumat, 30 Januari 2026 ini menjadi titik awal pelaksanaan Musrenbang tingkat kecamatan di Kota Ternate.
Musrenbang tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Ternate, H. M. Tauhid Soleman, dan dihadiri Sekretaris Daerah Kota Ternate Rizal Marsaoly, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat dan lurah se-Kecamatan Ternate Tengah, serta delegasi Musrenbang dari berbagai unsur masyarakat.
Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan City Branding Ternate Kota Rempah dan Pengembangan Kawasan Ekonomi Strategis Berbasis Kepulauan melalui Daya Saing Industri Kreatif, UMKM, dan IKM serta Peningkatan Kapasitas Penyandang Disabilitas.”
Dalam sambutannya, Wali Kota Ternate H. M. Tauhid Soleman menegaskan bahwa Musrenbang merupakan ruang strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyusun arah pembangunan daerah secara partisipatif dan berkelanjutan, terutama dalam menghadapi tantangan pembangunan tahun 2026.
“Pemerintah daerah harus mampu membaca situasi secara cermat dan melakukan prediksi kebijakan di tengah berbagai keterbatasan. Musrenbang menjadi forum penting untuk memastikan arah pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Tauhid.
Ia juga mengapresiasi kinerja para camat dan lurah di Kota Ternate yang dinilai telah bekerja keras mendukung berbagai program pemerintah, khususnya dalam peningkatan pelayanan publik di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Meski demikian, Wali Kota meminta seluruh jajaran pemerintah di tingkat kelurahan untuk tetap meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Lurah adalah ujung tombak pemerintah di level kelurahan. Saya minta para lurah beserta jajaran aparatur agar responsif terhadap berbagai fenomena dan persoalan di lingkungan masing-masing,” tegasnya.
Selain pelayanan publik, Tauhid juga menyoroti persoalan penanganan sampah yang hingga kini masih menjadi fokus utama Pemerintah Kota Ternate. Ia meminta camat dan lurah untuk mendukung penuh program penanganan sampah yang dijalankan pemerintahan Tauhid–Nasri.
Di akhir sambutannya, Wali Kota turut mengingatkan pentingnya kesiapan Kota Ternate sebagai tuan rumah Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yang akan digelar pada Agustus mendatang.
“Akan ada hampir 100 delegasi anggota JKPI dari seluruh Indonesia yang datang ke Ternate. Mulai sekarang, persiapan menyambut agenda nasional ini harus benar-benar dimatangkan,” katanya.
Sementara itu, Camat Ternate Tengah Fahmi B. Amin menyampaikan bahwa pelaksanaan Musrenbang tahun ini tidak hanya menjadi forum perencanaan pembangunan, tetapi juga dirangkaikan dengan berbagai layanan publik bagi masyarakat.
“Selain Musrenbang, kami menghadirkan stan UMKM sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat, pemeriksaan kesehatan gratis dari Puskesmas Kalumpang, serta pelayanan administrasi kependudukan dari Dinas Dukcapil,” jelas Fahmi.
Ia berharap melalui Musrenbang ini, program dan kegiatan pembangunan di Kecamatan Ternate Tengah tahun 2027 dapat lebih tepat sasaran, inklusif, serta selaras dengan visi pembangunan Kota Ternate yang Mandiri dan Berkeadilan (Andalan).
Fahmi juga mengapresiasi para lurah di wilayah Ternate Tengah yang telah menyelesaikan seluruh tahapan Musrenbang kelurahan di tengah keterbatasan anggaran.
“Alhamdulillah, tahapan Musrenbang dari tingkat kelurahan hingga kecamatan dapat diselesaikan. Semoga apa yang menjadi harapan kita bersama dapat terwujud,” pungkasnya.









Komentar