Temui Fadli Zon, Wali Kota Tauhid Mantapkan Rakernas JKPI ke-XII di Ternate
Wali Kota Ternate, H. M. Tauhid Soleman, menemui Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, guna memantapkan pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ke-XII yang akan digelar di Ternate.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu, 18 Februari 2026 itu menjadi bagian dari koordinasi intensif Pemerintah Kota Ternate menjelang pelaksanaan Rakernas pada 24–28 Agustus 2026 mendatang.
Dalam audiensi tersebut, Tauhid melaporkan secara langsung kesiapan Kota Ternate sebagai tuan rumah, mulai dari aspek teknis penyelenggaraan hingga substansi agenda kebudayaan yang akan dibahas dalam forum nasional itu.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran kota-kota pusaka dalam pemajuan kebudayaan nasional. Kami juga berharap Menteri Kebudayaan dapat hadir langsung dalam agenda Rakernas nanti,” ujar Tauhid.
Pertemuan itu turut dihadiri Direktur Eksekutif JKPI, badan pengurus JKPI, serta perwakilan OPD kebudayaan dari sejumlah daerah, termasuk Kota Ternate.
Tauhid menegaskan, Rakernas JKPI ke-XII bukan sekadar agenda organisasi, melainkan ruang strategis untuk membangun kesadaran kolektif dalam melestarikan warisan budaya. Ia berharap forum tersebut mampu memperkuat sinergi antardaerah dan mendorong kebudayaan sebagai investasi penting bagi peradaban bangsa.
Sementara itu, Fadli Zon menyatakan kesiapannya untuk menghadiri rangkaian kegiatan Rakernas JKPI di Ternate. Ia juga menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan dalam mendukung penguatan ekosistem budaya di daerah melalui berbagai program.
Menurut Fadli, dukungan tersebut mencakup bantuan untuk Museum Sejarah Ternate serta penguatan situs yang berkaitan dengan Alfred Russel Wallace.
“Program dukungan tersebut akan terus berjalan melalui berbagai direktorat, termasuk bantuan rehabilitasi serta pembangunan sarana dan prasarana kebudayaan pada tahun 2026,” katanya.
Rakernas JKPI ke-XII di Ternate diharapkan menjadi momentum penting untuk mempertegas peran kota-kota pusaka dalam menjaga identitas budaya nasional sekaligus mendorong pengembangan sektor kebudayaan di daerah.