Litbang

Bocoran Peta Politik Ternate: Rizal Marsaoly Sulit Dibendung Lintas Generasi

Rizal Marsaoly (tengah) saat diwawancarai wartawan, pada Kamis 26 Februari 2026, lalu || Foto: Humas Pemkot

Peta elektabilitas calon wali kota Ternate lima tahun mendatang menunjukkan konfigurasi yang menarik. Survei terbaru Litbang HalmaheraPost memotret adanya dominasi relatif Rizal Marsaoly di hampir seluruh segmentasi usia, namun menyisakan ruang kompetisi terbuka di kalangan pemilih muda, khususnya Generasi Z.

Data menunjukkan, Rizal Marsaoly memimpin dengan 29,3 persen dukungan total. Ia tampil konsisten di semua kategori generasi, dengan capaian tertinggi pada Milenial (30,7%) dan Gen Z (29,4%). Di kalangan Baby Boomers, elektabilitasnya memang sedikit menurun menjadi 27,5 persen, tetapi tetap unggul dibanding kandidat lain.

Direktur Litbang HalmaheraPost, Jufri Abubakar, menilai pola ini menunjukkan positioning Rizal yang relatif berhasil menembus sekat demografis.

“Ini bukan sekadar soal angka tertinggi. Rizal punya keunggulan karena distribusi dukungannya merata. Dalam politik lokal, stabilitas lintas generasi jauh lebih berbahaya bagi lawan dibanding lonjakan di satu segmen saja,” tegas Jufri.

Di posisi kedua, Abubakar Abdullah meraih 21,3 persen dukungan. Basis terkuatnya ada pada pemilih senior dan matang secara politik. Ia mencatat 24,4 persen di Milenial dan 23,5 persen di Baby Boomers.

Namun, tantangan serius muncul di kalangan Gen Z. Di segmen ini, Abubakar hanya meraih 16,2 persen, tertinggal cukup jauh dari Rizal.

Menurut Jufri, celah tersebut bisa menjadi titik rawan.“Kalau Abubakar tidak melakukan reposisi narasi untuk Gen Z—baik dari sisi isu, medium kampanye, maupun figur pendukung—jarak ini akan sulit dikejar. Gen Z bukan hanya soal usia, tapi soal cara pandang dan gaya komunikasi,” ujarnya.

Stabilitas Nasri dan Ceruk Elektoral Erwin

Sementara itu, Nasri Abubakar menunjukkan pola dukungan paling stabil. Ia bertahan di angka 15 persen dengan sebaran relatif merata di semua generasi (14,7–15,7 persen). Pola ini menandakan basis loyal yang cukup solid, meski belum cukup untuk melompat ke posisi dua besar.

Di sisi lain, Erwin Umar mencatat 12,8 persen dan tampil cukup mengejutkan. Ia relatif kuat di Baby Boomers (15,7%) dan Gen Z (14,7%), namun kurang menggigit di Gen X dan Milenial.

“Erwin punya irisan menarik antara pemilih tua dan muda. Ini jarang terjadi. Tapi tanpa penguatan di segmen tengah, sulit baginya untuk naik kelas secara elektoral,” analisis Jufri.

Gen Z dan 9,3 Persen Suara Mengambang

Yang paling mencolok dalam survei ini adalah angka undecided voters Gen Z sebesar 9,3 persen. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding Milenial (2,1%), Gen X (3,4%), dan Baby Boomers (2,8%).

Bagi Litbang HalmaheraPost, ini adalah alarm sekaligus peluang. “Hampir 10 persen Gen Z belum menentukan pilihan. Dalam kontestasi yang selisihnya di bawah 10 persen, ini bisa menjadi game changer. Kandidat yang mampu membaca keresahan dan aspirasi Gen Z secara autentik akan mendapat insentif elektoral signifikan,” kata Jufri.

Ia menambahkan, Gen Z cenderung rasional, cair, dan tidak terikat patronase tradisional. Karena itu, pendekatan berbasis program konkret, transparansi, dan kedekatan isu sosial akan lebih efektif dibanding mobilisasi konvensional.

Papan Bawah dan Pertaruhan Relevansi

Sementara itu, Merlisa Marsaoly berada di angka 7 persen, dan Husni Bopeng di 5 persen. Keduanya perlu memperkuat penetrasi di Gen X dan Milenial untuk menjaga relevansi dan memperluas ceruk dukungan.

Secara umum, kontestasi masih terbuka. Rizal Marsaoly diuntungkan oleh distribusi dukungan yang merata lintas generasi. Namun, kompetisi belum terkunci.

“Dalam politik, yang unggul hari ini belum tentu menang besok. Dengan komposisi undecided yang masih signifikan, terutama di Gen Z, ruang perubahan tetap terbuka lebar,” tutup Jufri.

Litbang HalmaheraPost menilai, fase berikutnya akan ditentukan oleh efektivitas komunikasi politik, konsistensi narasi, dan kemampuan kandidat membaca psikologi generasi muda yang kian menentukan arah politik Ternate.

Penulis: Firjal Usdek
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga