Kampung Ramadan Ternate Belum Dimulai, Isu Jual Lapak di Terminal Mencuat
Pelaksanaan Kampung Ramadan di Benteng Orange hingga kini belum berjalan. Sementara itu, muncul isu adanya oknum yang menjanjikan lapak pedagang di dalam terminal, yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Ternate.
Sekretaris Kota Ternate, Rizal Marsaoly, mengatakan Kampung Ramadan ditargetkan mulai beroperasi sejak awal Ramadan. Namun, saat ini kondisi di lapangan masih terlihat kosong karena penataan lapak sedang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag).
“Pelaksanaan kami rencanakan di awal Ramadan. Memang di lapangan tenda masih kosong, tetapi Kadis Perindag sedang menyiapkan semua kebutuhan teknis. Ini menjadi langkah awal agar Kampung Ramadan segera terealisasi,” ujar Rizal usai rapat Paripurna LKPJ Wali Kota Ternate Tahun Anggaran 2025.
Sekitar 40 pedagang pakaian dipersiapkan untuk berjualan di kawasan tersebut. Lokasi Benteng Orange dipilih karena legal, representatif, dan telah dilengkapi fasilitas pendukung seperti retribusi resmi, pengelolaan sampah, penerangan, serta ketersediaan air bersih.
“Lebih baik pedagang ditempatkan di Kampung Ramadan karena sudah legal dan terintegrasi, termasuk retribusi, lampu, sampah, dan air. Jadi lebih tertib dan jelas pengelolaannya,” tambahnya.
Terkait isu oknum yang menjanjikan lapak di dalam terminal, Rizal menegaskan bahwa aktivitas perdagangan di dalam terminal selama Ramadan tidak diperbolehkan.
“Sesuai arahan Pak Wali Kota, tidak ada aktivitas jual beli di dalam terminal selama Ramadan. Jika ada yang menjanjikan lapak di sana, itu tidak dibenarkan,” tegasnya.
Pemkot telah menginstruksikan Kadis Perindag untuk melakukan pengecekan langsung. Jika ditemukan pelanggaran, pemerintah akan menindak sesuai aturan yang berlaku.
“Kami masih menunggu hasil pengecekan di lapangan. Jika memang ada oknum, baik ASN maupun warga, tentu akan ditindak sesuai ketentuan,” kata Rizal.
Ia juga mengajak para pedagang untuk memanfaatkan fasilitas resmi yang telah disiapkan pemerintah. Selain menciptakan ketertiban, kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan PAD Kota Ternate sekaligus mencegah kebocoran pendapatan daerah.
“Kami ingin Ramadan ini bukan hanya ramai secara ekonomi, tetapi juga tertib. Mari bersama-sama meramaikan Kampung Ramadan di lokasi resmi,” pungkasnya.








Komentar