Tangis Haru Keluarga Erwin Senangua Saat Rumah Impian dari Gubernur Sherly Terwujud
Tangis haru dan senyum bahagia mewarnai keluarga Erwin Senangua saat rumah impian mereka dari Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Gubernur Sherly Laos akhirnya terwujud.
Program RTLH Tahun 2026 ini resmi diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara pada Februari lalu sebagai langkah strategis untuk menekan angka kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Gubernur Sherly langsung meninjau penerima RTLH di Desa Gulapapo, Halmahera Timur, Kamis, 5 Maret 2026. Kehadiran gubernur disambut hangat warga, terutama pasangan Erwin Senangua (32) dan Sintya (26), yang tak kuasa menahan haru melihat rumah baru mereka.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Musrifah Alhadar, menyampaikan bahwa tahun ini pemerintah provinsi akan merehabilitasi 1.200 unit rumah, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2025 yang hanya 700 unit.
“Fasilitator kami akan mendampingi langsung proses pembangunan di lapangan, termasuk memastikan spesifikasi teknis dan kualitas bangunan sesuai ketentuan,” ujar Ivo sapaan keren Musrifah Alhadar.
Pemerintah juga menyediakan desain standar rumah yang dicetak agar penerima bantuan dapat memantau kesesuaian pembangunan. Program RTLH 2026 mencakup pembangunan dapur sehat, renovasi rumah lama, dan pembangunan rumah baru. Langkah ini dinilai mampu menjawab kebutuhan mendesak masyarakat kurang mampu terhadap hunian yang sehat dan layak.
Standar rumah RTLH 2026 mencakup tampak depan diplester dan dicat, bagian dalam diplester tanpa cat, atap menggunakan bahan standar, dan lantai yang belum menggunakan keramik karena keterbatasan anggaran. Total anggaran pembangunan rumah baru sebesar Rp60 juta per unit, dengan 10–15 persen digunakan untuk upah tukang, sedangkan sisanya digunakan untuk material bangunan seperti bata, semen, dan kebutuhan konstruksi lainnya.
Ia menjelaskan, untuk di Desa Gulapapo, pada 2025 hanya tersedia kuota 25 rumah.
“Saat ini pendataan awal dan verifikasi terus dilakukan di seluruh kabupaten/kota terhadap calon penerima manfaat,” jelas Ivo.
Program ini juga diharapkan meningkatkan kualitas sanitasi rumah tangga dan memastikan setiap rumah memenuhi standar kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Erwin Senangua, yang kesehariannya bekerja sebagai petani, mengaku sangat bersyukur atas bantuan ini. Menurutnya, RTLH bukan hanya sekadar rumah baru, tetapi wujud nyata komitmen pemerintah provinsi dalam mengurangi ketimpangan sosial dan memastikan setiap warga berhak atas hunian yang layak dan sehat.
Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, program RTLH juga bertujuan menurunkan angka stunting di Maluku Utara, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga berdampak pada kesehatan jangka panjang keluarga penerima.








Komentar