Kasus HIV di Halmahera Tengah Naik di Awal Tahun, Belasan Orang Positif
Kasus HIV di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara, tercatat mengalami peningkatan pada awal tahun 2026.
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 17 orang dinyatakan positif HIV selama periode Januari hingga Februari 2026.
Data tersebut diperoleh melalui aplikasi SIHA 2.1 (Sistem Informasi HIV/AIDS) yang terhubung langsung dengan pusat, sehingga pencatatan dan pelaporan kasus dapat dipantau secara nasional.
Penanggung jawab program HIV/AIDS dan gonore Halmahera Tengah, Irwan Halek, mengatakan angka tersebut merupakan hasil pemeriksaan terhadap 1.339 orang yang mengikuti tes HIV dalam dua bulan terakhir.
“Dari total 1.339 orang yang melakukan tes HIV, terdapat 17 orang yang dinyatakan positif. Mereka berasal dari beberapa desa yang berada di wilayah lingkar tambang di Halmahera Tengah,” kata Irwan kepada Halmaherapost.com, Kamis, 6 Maret 2026.
Namun dari jumlah tersebut, baru lima orang yang menjalani pengobatan secara rutin, sementara sisanya belum menjalani terapi atau masih berstatus lost to follow up (tidak melanjutkan pengobatan).
Irwan berharap para pasien yang telah dinyatakan positif dapat segera menjalani pengobatan secara teratur. Menurutnya, terapi tidak hanya penting bagi kesehatan penderita, tetapi juga untuk mencegah penularan kepada orang lain.
“Kami berharap dari 17 orang yang positif ini, yang belum menjalani pengobatan dapat segera sadar untuk melakukan terapi. Ini penting untuk kesembuhan diri sendiri sekaligus memutus rantai penularan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian besar kasus HIV yang ditemukan bukan berasal dari masyarakat lokal. Kasus tersebut umumnya ditemukan pada para pendatang yang bekerja di kawasan pertambangan di Halmahera Tengah. Mayoritas penderita yang tercatat juga didominasi oleh laki-laki.
Untuk menekan penyebaran HIV, Irwan menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus.
Menurutnya, sinergi antara berbagai pihak seperti dinas sosial, Kantor Kementerian Agama, serta aparat TNI dan Polri sangat dibutuhkan agar program penanggulangan HIV dapat berjalan lebih efektif.
“Kami berharap ke depan ada kerja sama yang lebih kuat antara berbagai sektor agar upaya pencegahan dan penanganan bisa berjalan lebih maksimal,” tambahnya.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah lingkar tambang yang dinilai rawan, agar secara sukarela melakukan tes HIV di puskesmas maupun rumah sakit terdekat.
Selain itu, pihaknya mengakui masih menghadapi sejumlah kendala dalam penanganan kasus HIV di daerah tersebut, salah satunya keterbatasan alat untuk mendeteksi HIV yang dinilai belum memadai.
Kondisi ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan pemeriksaan serta meningkatkan deteksi dini kasus HIV di Halmahera Tengah.








Komentar