Waspada! Gelombang Tinggi dan Hujan Lebat Akan Terjang Maluku Utara

Ilustrasi cuaca buruk di lautan || Foto: Istimewa

Masyarakat Maluku Utara diminta waspada setelah BMKG Stasiun Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem.

Fenomena ini dipicu oleh Siklon Tropis Nuri, yang berasal dari bibit siklon di Samudra Pasifik utara Papua.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Kelas I Sultan Baabullah Ternate, Fahmi Bachdar, mengatakan bahwa siklon tropis yang aktif di wilayah tersebut memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca di Maluku Utara. Dampak utamanya berupa peningkatan potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah daerah.

“Perubahan cuaca ini terjadi fluktuatif hampir di seluruh wilayah Maluku Utara akibat Siklon Nuri. Kondisi ini perlu diwaspadai minimal tiga hari ke depan,” ujar Fahmi, Rabu, 11 Maret 2026.

Ia menambahkan, kecepatan angin di beberapa wilayah dapat mencapai 50 kilometer per jam, sementara tinggi gelombang laut diperkirakan mencapai 2,5 meter, terutama di perairan Morotai, Loloda, dan Batang Dua.

BMKG juga mencatat kondisi sinoptik yang memengaruhi pola angin di wilayah Indonesia. Di bagian utara, angin bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 6–25 knot. Sementara di selatan, angin bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 6–30 knot.

Fahmi mengimbau nelayan, pengguna jasa transportasi laut, serta masyarakat yang beraktivitas di perairan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Masyarakat diharapkan mewaspadai potensi peningkatan tinggi gelombang serta terganggunya jarak pandang akibat cuaca buruk,” tutupnya.

Penulis: Ris
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga