Jalan Rusak Bikin Pengendara Jatuh, Warga Ternate Tanam Pisang di Depan RSUD CB

Jalan rusak di depan RSCB Ternate yang ditanami pohon pisang oleh warga. Foto: Ris

Warga Kelurahan Tanah Tinggi, Kota Ternate, menanam pohon pisang di badan jalan rusak di depan RSUD Chasan Boesoirie (CB) sebagai bentuk protes sekaligus penanda bahaya bagi pengendara.

Aksi tersebut dilakukan karena kondisi jalan yang berlubang dinilai membahayakan pengguna jalan. Bahkan, salah satu pengendara dilaporkan sempat terjatuh saat melintas di lokasi tersebut.

Pantauan halmaherapost.com, Kamis, 12 Maret 2026, pohon pisang itu ditanam tepat di lubang jalan di tepi bahu jalan. Agar tetap berdiri, warga menahannya menggunakan campuran semen dan tanah.

Di sisi utara jalan terlihat lubang besar yang menganga. Warga bahkan meletakkan sampah plastik dan sampah rumah tangga di dalam lubang tersebut sebagai penanda bahaya bagi pengendara.

Sementara di sisi selatan, kondisi badan jalan juga tampak rusak. Aspal terlihat terkikis akibat hujan, bahkan sebagian terangkat oleh akar pohon di sekitar area rumah sakit.

Samsudin, warga yang membuka bengkel di sekitar lokasi, mengatakan pohon pisang tersebut telah ditanam warga sekitar sejak sekitar sepekan lalu sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki.

“Pohon pisang itu sudah sekitar seminggu. Anak-anak di sini yang tanam sebagai bentuk protes. Semalam juga ada pengendara yang lewat dan jatuh,” ujarnya saat ditemui.

Menurutnya, kondisi jalan yang menanjak dan sempit membuat pengendara semakin kesulitan melintas, terlebih jika ada kendaraan yang parkir di sisi kiri dan kanan jalan.

“Kalau bisa Pemerintah Kota Ternate segera memperbaiki jalan ini, jangan sampai nanti menyebabkan kecelakaan yang fatal,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Fatia, warga sekitar. Ia mengaku resah dengan kondisi jalan yang sempit dan rusak, terlebih karena kawasan tersebut cukup ramai oleh aktivitas pengunjung rumah sakit.

“Kalau sudah ada mobil parkir di kiri kanan jalan, ditambah pengunjung rumah sakit, jalan langsung macet karena memang sempit,” katanya.

Ia mengungkapkan, sebelumnya warga bahkan sempat patungan membeli semen untuk menutup sebagian lubang di jalan tersebut agar tidak membahayakan pengguna jalan.

“Warga sempat patungan beli semen untuk menutup lubang karena takut ada yang kecelakaan. Jalan di area sini memang sempit,” jelasnya.

Fatia berharap pemerintah segera memperhatikan kondisi jalan di sekitar RSUD Chasan Boesoirie karena menjadi jalur yang cukup ramai dilalui masyarakat.

“Di sisi utara ada lubang besar sampai warga taruh sampah di dalamnya. Di sisi selatan juga jalan sudah terkikis saat hujan dan terangkat karena akar pohon. Kami berharap pemerintah segera memperbaikinya,” tutupnya.

Penulis: Ris
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga