Jelang Idulfitri, Pemkab Halmahera Selatan dan BI Bahas Strategi Kendalikan Inflasi
Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan bersama Bank Indonesia menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) guna membahas strategi pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 2026.
Pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Halmahera Selatan, Rabu, 11 Maret 2026, itu juga membahas langkah percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah guna memperkuat tata kelola keuangan daerah.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba selaku Ketua TPID dan TP2DD Halmahera Selatan. Turut hadir Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara Handi Susila, Kapolres Halmahera Selatan, Dandim 1509, Kajari Halmahera Selatan, para asisten, staf ahli, pimpinan OPD, pimpinan perbankan, serta instansi vertikal terkait.
Dalam pertemuan tersebut, dua agenda utama yang dibahas yakni perkembangan inflasi terkini serta rekomendasi langkah pengendalian harga menjelang Idulfitri 2026. Selain itu, dibahas pula strategi percepatan dan perluasan digitalisasi daerah, khususnya akselerasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di Halmahera Selatan.
Kegiatan diawali dengan laporan Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Selatan yang diwakili Asisten III selaku Ketua Harian TPID dan TP2DD. Selanjutnya, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Maluku Utara memaparkan perkembangan inflasi di wilayah Maluku Utara.
Dalam paparannya disampaikan bahwa secara umum inflasi Provinsi Maluku Utara pada Februari 2026 tercatat sebesar 0,83 persen secara month to month (mtm).
“Inflasi terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami kenaikan sebesar 2,13 persen secara month to month. Komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi adalah ikan segar,” jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan Indeks Perkembangan Harga (IPH), Kabupaten Halmahera Selatan pada minggu kedua Maret 2026 juga mengalami kenaikan harga dibandingkan minggu sebelumnya. Kenaikan ini terutama disumbang oleh komoditas hortikultura seperti cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah.
Selain membahas inflasi, rapat tersebut juga menyoroti perkembangan digitalisasi transaksi pemerintah daerah. Berdasarkan Championship TP2DD Tahun 2025, Kabupaten Halmahera Selatan berhasil meraih prestasi sebagai Terbaik II kategori Rookie of the Year 2025.
Capaian tersebut diraih setelah Halmahera Selatan berhasil melompat peringkat dari posisi 56 pada tahun 2024 menjadi peringkat 4 pada tahun 2025.
Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba dalam arahannya menekankan pentingnya langkah konkret dalam mengendalikan harga bahan pokok menjelang Idulfitri agar stabilitas harga tetap terjaga dan daya beli masyarakat tidak terganggu.
“Menjelang Idulfitri, kita harus memastikan harga bahan pokok tetap stabil sehingga tidak memberatkan masyarakat. Karena itu, intervensi pasar seperti operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah harus terus diperkuat,” ujarnya.
Bassam juga mendorong agar TPID tidak hanya fokus pada langkah jangka pendek, tetapi juga menyiapkan program jangka menengah dan panjang untuk mengatasi potensi inflasi daerah.
“Ke depan kita perlu menghadirkan inovasi, seperti program sekolah pertanian dan perikanan serta penyediaan lahan bagi kelompok tani dan gabungan kelompok tani, khususnya untuk komoditas yang sering memicu inflasi,” katanya.
Di sisi lain, percepatan digitalisasi juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Pemerintah daerah didorong untuk meningkatkan literasi digital kepada masyarakat serta mengoptimalkan penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) dan digitalisasi transaksi di seluruh perangkat daerah.
“Digitalisasi transaksi pemerintah daerah harus terus diperluas agar pengelolaan keuangan daerah semakin transparan, efisien, dan akuntabel,” tandas Bassam.









Komentar