Gubernur Maluku Utara: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Harus Jadi Acuan Bersama
Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, kembali mengingatkan pemerintah kabupaten/kota, instansi terkait, dan masyarakat agar memperhatikan secara serius peringatan dini cuaca ekstrem serta menjadikannya sebagai dasar dalam meningkatkan kewaspadaan.
Imbauan ini merujuk pada informasi BMKG yang diteruskan melalui BPBD Provinsi Maluku Utara mengenai potensi cuaca ekstrem di wilayah Maluku Utara pada periode 12–18 Maret 2026.
Gubernur meminta BPBD kabupaten/kota memperkuat koordinasi, meningkatkan kesiapsiagaan, serta menyebarkan informasi peringatan dini kepada masyarakat, khususnya di wilayah rawan banjir, longsor, dan angin kencang.
“Peringatan dini harus benar-benar diperhatikan agar langkah antisipasi dapat dilakukan lebih awal,” ujar Sherly.
Pentingnya kewaspadaan ini juga tercermin dari insiden tenggelamnya KM Gandha Nusantara 17 di perairan Maluku Utara pada 15 Maret 2026, yang dipicu gelombang tinggi dan angin kencang.
Berdasarkan keterangan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, seluruh tujuh kru kapal berhasil dievakuasi dengan selamat oleh KM Sabuk Nusantara 115 dan dibawa ke Pelabuhan Ahmad Yani, Ternate.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur juga meminta KSOP di wilayah Maluku Utara memperketat pengawasan pelayaran serta memastikan kondisi cuaca menjadi pertimbangan utama sebelum kapal diberangkatkan.
Kepada masyarakat, Sherly mengimbau agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana di lingkungan masing-masing serta selalu memantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD, terutama saat melakukan perjalanan atau beraktivitas di wilayah pesisir dan perbukitan.
“Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Karena itu, mari kita jadikan informasi resmi sebagai rujukan bersama,” kata Sherly.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara akan terus memantau perkembangan cuaca dan berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait guna mengantisipasi potensi dampak bencana.








Komentar