1. Beranda
  2. Headline
  3. Kabar

Wagub Sarbin Dorong Ibu-Ibu Taduma Ternate Cerdas Kelola Belanja

Oleh ,

Pemerintah Provinsi Maluku Utara menutup rangkaian Gerakan Pangan Murah (GPM) di 10 kabupaten/kota dengan menjadikan Kelurahan Taduma, Kota Ternate, sebagai titik akhir, Senin, 16 Maret 2026.

Penutupan kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, yang sekaligus menyampaikan pesan penting kepada kaum ibu terkait pengelolaan belanja rumah tangga di tengah tekanan inflasi.

Dalam sambutannya, Sarbin menegaskan bahwa GPM merupakan langkah konkret pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi gejolak harga bahan pokok.

Ia mengungkapkan, tingkat inflasi di Kota Ternate saat ini telah mencapai 6 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata provinsi yang berada di angka 5,8 persen.

“Pengendalian inflasi tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga dimulai dari rumah tangga,” ujar Sarbin.

Karena itu, ia mendorong para ibu rumah tangga agar lebih cerdas dalam mengatur belanja, serta menghindari perilaku konsumtif, termasuk fenomena “halibiru” atau kebiasaan membeli barang secara berlebihan tanpa perencanaan.

Selain itu, Sarbin juga menyoroti tingginya angka pemborosan makanan selama bulan Ramadan.

“Hasil survei menunjukkan kurang lebih Rp4 sampai Rp6 miliar terbuang percuma setiap malam karena makanan yang tidak termakan. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Ia mengingatkan agar masyarakat dapat mengatur kebutuhan dapur secara bijak dengan membeli sesuai kebutuhan, sehingga tidak ikut mendorong kenaikan harga di pasaran.

Meski demikian, Sarbin memastikan stok pangan di Maluku Utara dalam kondisi aman. Namun, panjangnya rantai distribusi masih menjadi salah satu faktor yang memicu fluktuasi harga di tingkat konsumen.

Pada penutupan GPM di Taduma, Pemprov Maluku Utara melalui Dinas Pangan menyalurkan 500 paket sembako murah kepada masyarakat.

Paket tersebut dapat ditebus seharga Rp50 ribu, dengan isi beras 5 kilogram, gula pasir 2 kilogram, dan minyak goreng 2 liter.

Total komoditas yang disiapkan dalam kegiatan ini meliputi beras 2,5 ton, gula pasir 1 ton, serta minyak goreng sebanyak 1.000 liter.

Kepala Dinas Pangan Maluku Utara, Dheni Tjan, mengatakan harga paket yang ditawarkan jauh di bawah harga pasar, sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga.

“Ini bentuk intervensi pemerintah agar masyarakat tetap bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau,” katanya.

Salah satu warga Taduma, Raoda (43), mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut.

“Ini kesempatan emas bagi kami. Harga sembako beberapa tahun terakhir terus naik, jadi kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat kecil,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua TP PKK Malut, Satgas Saber Pangan, jajaran Dinas Pangan provinsi dan Kota Ternate, Lurah Taduma, serta ratusan warga.

Di akhir sambutannya, Sarbin mengajak masyarakat memanfaatkan sisa bulan Ramadan dengan memperbanyak kepedulian sosial, seperti menyantuni anak yatim dan menunaikan zakat fitrah.

Berita Lainnya