Gubernur Sherly Gerak Cepat! Layanan Haji-Umrah Maluku Utara Siap Ditingkatkan

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, menerima kunjungan audiensi Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, di Kantor Kementerian Haji dan Umrah RI, Jakarta. Foto: Ist

Pemerintah Provinsi Maluku Utara tancap gas meningkatkan kualitas layanan haji dan umrah bagi masyarakat. Langkah cepat itu ditunjukkan Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, dengan menemui Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, di Jakarta.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan, penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, hingga perluasan aksesibilitas bagi jemaah asal Maluku Utara.

Dalam pertemuan itu, Menhaj RI menegaskan pentingnya sinergi guna memastikan seluruh jemaah mendapatkan pelayanan maksimal selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki ekosistem pelayanan haji dan umrah, terutama bagi jemaah di wilayah Indonesia Timur,” ujar Irfan Yusuf.

Selain itu, optimalisasi kuota haji untuk Maluku Utara turut menjadi perhatian. Langkah ini dinilai penting untuk memberikan kepastian bagi calon jemaah yang telah lama berada dalam daftar tunggu.

Pemerintah pusat juga mendorong distribusi kuota yang lebih adil di tingkat kabupaten/kota, sehingga prosesnya berjalan transparan dan akuntabel.

Tak hanya itu, peningkatan infrastruktur pendukung serta akses transportasi bagi jemaah asal Maluku Utara juga menjadi fokus pembahasan. Hal ini dinilai krusial untuk menjamin kelancaran mobilitas, baik saat keberangkatan dari daerah maupun selama berada di Arab Saudi.

Di sektor kesehatan, Kementerian Haji dan Umrah bersama Pemprov Maluku Utara turut membahas standardisasi skrining kesehatan jemaah agar sesuai dengan regulasi terbaru dari Pemerintah Arab Saudi.

“Mengingat tingginya persentase jemaah lanjut usia, petugas haji pendamping juga perlu memahami budaya dan bahasa lokal Maluku Utara, sehingga jemaah merasa aman dan nyaman,” tambahnya.

Untuk meningkatkan kemandirian jemaah, kedua pihak juga sepakat memperkuat edukasi manasik haji. Edukasi tersebut mencakup pemahaman tata cara ibadah hingga sosialisasi regulasi terbaru di Tanah Suci, agar jemaah dapat beribadah dengan lebih khusyuk dan tertib.

Sementara itu, Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, mengapresiasi respons cepat Kementerian Haji dan Umrah dalam mengakomodasi kebutuhan jemaah dari wilayahnya.

Ia berharap, pertemuan ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan pelayanan haji dan umrah yang lebih inklusif, berkualitas, dan merata bagi masyarakat Maluku Utara.

Penulis: Qal
Editor: Ramlan Harun

Baca Juga